Dunia Menanti Balasan Iran Setelah AS Gempur Situs Nuklir
Nabil
Senin, 23 Juni 2025 - 06:07 WIB
Dunia Menanti Balasan Iran Setelah AS Gempur Situs Nuklir
LANGIT7.ID-Jakarta;Dunia saat ini sedang menahan napas, menunggu balasan Iran setelah Amerika Serikat menggempur situs-situs nuklir penting milik Iran. Serangan ini dilakukan bersama Israel, menjadi aksi militer terbesar Barat terhadap Republik Islam itu sejak Revolusi Iran tahun 1979.
Dampak serangan ini terlihat dari luar angkasa. Bom penghancur bunker seberat 30.000 pon milik AS menghantam pegunungan di atas situs nuklir Fordow. Iran langsung bersumpah akan membela diri habis-habisan.
Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke arah Israel. Puluhan orang terluka dan sejumlah bangunan hancur di Tel Aviv. Pemerintah AS kemudian memerintahkan keluarga pegawai kedutaan untuk meninggalkan Lebanon dan memperingatkan warganya di kawasan Timur Tengah agar membatasi perjalanan atau berdiam diri.
Baca juga: Akankah Iran Menutup Selat Hormuz? Ini Dampaknya Bagi Dunia
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mengeluarkan peringatan soal “ancaman tinggi” di wilayah domestik. Patroli di kota-kota besar AS diperketat, terutama di tempat ibadah, gedung budaya, dan kantor diplomatik.
Meski belum ada serangan langsung Iran terhadap pangkalan militer AS atau upaya nyata menutup jalur minyak dunia, banyak pihak percaya situasi ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Berbicara di Istanbul, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan semua opsi balasan. Ia menegaskan, tidak akan ada jalur diplomasi sebelum Iran membalas serangan itu.
Dampak serangan ini terlihat dari luar angkasa. Bom penghancur bunker seberat 30.000 pon milik AS menghantam pegunungan di atas situs nuklir Fordow. Iran langsung bersumpah akan membela diri habis-habisan.
Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke arah Israel. Puluhan orang terluka dan sejumlah bangunan hancur di Tel Aviv. Pemerintah AS kemudian memerintahkan keluarga pegawai kedutaan untuk meninggalkan Lebanon dan memperingatkan warganya di kawasan Timur Tengah agar membatasi perjalanan atau berdiam diri.
Baca juga: Akankah Iran Menutup Selat Hormuz? Ini Dampaknya Bagi Dunia
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mengeluarkan peringatan soal “ancaman tinggi” di wilayah domestik. Patroli di kota-kota besar AS diperketat, terutama di tempat ibadah, gedung budaya, dan kantor diplomatik.
Meski belum ada serangan langsung Iran terhadap pangkalan militer AS atau upaya nyata menutup jalur minyak dunia, banyak pihak percaya situasi ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Berbicara di Istanbul, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan semua opsi balasan. Ia menegaskan, tidak akan ada jalur diplomasi sebelum Iran membalas serangan itu.