home edukasi & pesantren

Tiga Inovasi ITS Percepat Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Rabu, 25 Juni 2025 - 07:15 WIB
iFovib-G, robot cerdas hasil riset ITS yang dirancang untuk mendeteksi dini penyakit Ganoderma boninense pada tanaman sawit sebelum gejalanya tampak di permukaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor strategis nasional. Kali ini, ITS berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui tiga inovasi teknologi untuk mempercepat pengembangan ekosistem sawit berkelanjutan di Indonesia.

Salah satu ketua tim peneliti dari ITS Dr Lila Yuwana SSi MSi menjelaskan bahwa ketiga inovasi ini merupakan hasil dari program Grand Riset Sawit (GRS) tahun 2023 yang didanai penuh oleh BPDPKS.

“Skema GRS ini sangat strategis karena memungkinkan riset multi-year yang menjangkau dari hulu hingga hilir dan berdampak langsung ke masyarakat,” terangnya.

Salah satu inovasi unggulan berasal dari timnya Dr rer nat Ir Maya Shovitri berupa iFovib-G, yakni robot cerdas yang mampu mendeteksi penyakit Ganoderma boninense sejak dini.

Baca juga:Perbaiki Industri Sawit, Ombudsman RI Ikhtiar Kirim Surat ke Presiden Prabowo

Menggunakan kombinasi teknologi foton dan getaran, iFovib-G dapat mendeteksi dan berpotensi menghambat pertumbuhan jamur yang menjadi momok utama para petani sawit.

“Deteksi dilakukan bahkan sebelum gejala terlihat di permukaan batang, sehingga tindakan pencegahan dapat segera diambil,” jelas dosen Departemen Biologi ITS ini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya