Gus Muhaimin Ajak Pesantren Bangkit Memimpin Perubahan
Tim langit 7
Rabu, 25 Juni 2025 - 08:05 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak pesantren bangkit dan menjadi pemimpin perubahan masa depan.
Pesantren harus melakukan transformasi untuk menghadapi tantangan yang semakin besar. Khususnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin dalam pembukaan acara International Conference on the Transformation of Pesantren atau Internasional Transformasi Pesantren di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
“Dalam 10 tahun terakhir ini telah terjadi perubahan dramatis. Terjadi berbagai tantangan yang banyak, temuan-temuan teknologi baru, baik yang berbasis teknologi mesin maupun teknologi informasi,’’ terang pria yang akrab Cak Imin tersebut.
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) itu mengatakan, perubahan terjadi begitu dramatis. Semuanya melakukan penyesuaian, karena betul-betul tergagap. Misalnya, perubahan cara kerja, tata kelola dan manajemen, dan perubahan lainnya. Jadi, semua sektor mengalami perubahan.
“Perubahan yang dramatis, misalnya perubahan teknologi, yang mau tidak mau, kita harus melakukan evaluasi. Pemerintah juga harus menyesuaikan cara kerja dan program,” terang Cak Imin.
Baca juga:Bahas Kemiskinan, Gus Muhaimin dan Ratusan Kiai Kumpul di Tegalrejo Magelang
Pesantren harus melakukan transformasi untuk menghadapi tantangan yang semakin besar. Khususnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin dalam pembukaan acara International Conference on the Transformation of Pesantren atau Internasional Transformasi Pesantren di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
“Dalam 10 tahun terakhir ini telah terjadi perubahan dramatis. Terjadi berbagai tantangan yang banyak, temuan-temuan teknologi baru, baik yang berbasis teknologi mesin maupun teknologi informasi,’’ terang pria yang akrab Cak Imin tersebut.
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) itu mengatakan, perubahan terjadi begitu dramatis. Semuanya melakukan penyesuaian, karena betul-betul tergagap. Misalnya, perubahan cara kerja, tata kelola dan manajemen, dan perubahan lainnya. Jadi, semua sektor mengalami perubahan.
“Perubahan yang dramatis, misalnya perubahan teknologi, yang mau tidak mau, kita harus melakukan evaluasi. Pemerintah juga harus menyesuaikan cara kerja dan program,” terang Cak Imin.
Baca juga:Bahas Kemiskinan, Gus Muhaimin dan Ratusan Kiai Kumpul di Tegalrejo Magelang