home masjid

Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Laporan di Atas Roti

Kamis, 26 Juni 2025 - 05:15 WIB
Dalam dunia yang terlalu kaku dan penuh tekanan, kadang kebijaksanaan hanya bisa bertahan dengan membungkus dirinya dalam kelucuan Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Pada masa pemerintahan Timur Lenk, negeri sedang menderita. Infrastruktur rusak, sawah mengering, dan para petani lebih sering mengeluh daripada memanen. Namun Timur Lenk tetap menuntut hasil pajak yang tinggi dari daerah-daerah taklukannya. Ketika angka-angka yang dilaporkan tidak sesuai harapan, ia murka.

Para pejabat pemungut pajak dikumpulkan. Masing-masing datang dengan buku-buku laporan yang tebal. Tetapi bukannya diperiksa, buku-buku itu malah dirobek-robek oleh Timur Lenk dan para pejabat yang malang diperintahkan memakannya satu per satu, sebelum dipecat dan diusir keluar.

Maka dipanggillah Nasrudin, orang bijak yang kerap dianggap gila, tetapi entah bagaimana sering selamat dari segala badai.

“Nasrudin! Kau sekarang kutugaskan jadi pemungut pajak. Hitungkan untukku hasil pajak yang layak bagi seorang raja penakluk!” perintah Timur Lenk.

Nasrudin mencoba mengelak. “Ampun, Paduka. Saya bukan ahli hitung, saya hanya ahli tertawa.”

Namun Timur Lenk tak menerima alasan. Maka Nasrudin pun menerima tugas dengan berat hati.

Baca juga: Kisah Humor Sufi: Gaya Memanah Nasrudin Hoja
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya