Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Laporan di Atas Roti

miftah yusufpati Kamis, 26 Juni 2025 - 05:15 WIB
Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Laporan di Atas Roti
Dalam dunia yang terlalu kaku dan penuh tekanan, kadang kebijaksanaan hanya bisa bertahan dengan membungkus dirinya dalam kelucuan Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Pada masa pemerintahan Timur Lenk, negeri sedang menderita. Infrastruktur rusak, sawah mengering, dan para petani lebih sering mengeluh daripada memanen. Namun Timur Lenk tetap menuntut hasil pajak yang tinggi dari daerah-daerah taklukannya. Ketika angka-angka yang dilaporkan tidak sesuai harapan, ia murka.

Para pejabat pemungut pajak dikumpulkan. Masing-masing datang dengan buku-buku laporan yang tebal. Tetapi bukannya diperiksa, buku-buku itu malah dirobek-robek oleh Timur Lenk dan para pejabat yang malang diperintahkan memakannya satu per satu, sebelum dipecat dan diusir keluar.

Maka dipanggillah Nasrudin, orang bijak yang kerap dianggap gila, tetapi entah bagaimana sering selamat dari segala badai.

“Nasrudin! Kau sekarang kutugaskan jadi pemungut pajak. Hitungkan untukku hasil pajak yang layak bagi seorang raja penakluk!” perintah Timur Lenk.

Nasrudin mencoba mengelak. “Ampun, Paduka. Saya bukan ahli hitung, saya hanya ahli tertawa.”

Namun Timur Lenk tak menerima alasan. Maka Nasrudin pun menerima tugas dengan berat hati.

Baca juga: Kisah Humor Sufi: Gaya Memanah Nasrudin Hoja

Beberapa pekan kemudian, hasil tetap tak memuaskan. Pajak masih kecil, dan murka sang penguasa kembali meledak. Nasrudin pun dipanggil untuk menghadap.

Namun kali ini, ia datang membawa sesuatu. Sebuah roti hangat yang baru keluar dari tungku.

Timur Lenk langsung mendelik.

“Kau hendak menyuapku dengan roti celaka itu, Nasrudin?”

Dengan tenang, Nasrudin menjawab, “Bukan menyuap, Paduka. Laporan keuangan saya catat pada roti ini.”

“Kau berpura-pura gila lagi?!”

Nasrudin membungkuk, “Paduka, saya sudah lanjut usia. Saya tak kuat lagi memakan buku laporan seperti para pejabat terdahulu. Jadi semua catatan saya pindahkan ke roti ini. Bila paduka ingin menghukum, silakan dimakan saja.”

Timur Lenk terdiam. Sejenak ia tertegun, sebelum akhirnya meledak... tertawa.

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Harga Seorang Raja

Hikmah:

Dalam dunia yang terlalu kaku dan penuh tekanan, kadang kebijaksanaan hanya bisa bertahan dengan membungkus dirinya dalam kelucuan. Nasrudin tidak hanya menyelamatkan dirinya dari kemurkaan raja, tetapi juga menyampaikan sindiran tajam: bahwa dalam kondisi rakyat menderita, memaksa hasil besar hanyalah delusi. Roti itu bukan sekadar alat lawakan, tapi perlambang perut rakyat yang lapar dan laporan yang tidak lagi perlu ditelan dengan pahit.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)