Abdul Mu’ti, Tiga Hal Pelajaran dari Hijrah Nabi dalam Membangun Peradaban
Tim langit 7
Sabtu, 28 Juni 2025 - 08:51 WIB
Abdul Muti, Tiga Hal Pelajaran dari Hijrah Nabi dalam Membangun Peradaban
LANGIT7.ID–Jakarta; Memperingati dan merayakan tahun baru Islam1447 hijriah merupakan sebuah momentum yang memiliki makna penting agar senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah untuk kehidupan pribadi, kehidupan berbangsa bernegara dan kehidupan dunia yang damai dan sejahtera.
Pesan itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam tausiyah refleksi peringatan tahun baru Islam 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (26/6/25), di depan hadirin Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, beberapa Menteri Kabinet Merah Putih, para Duta Besar negara sahabat, dan perwakilan Ormas Islam.
“Dikaitkan dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta para sahabat dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa yang secara historis merupakan tonggak penting awal dari sejarah peradaban Islam yang menjadi tonggak kemenangan dakwah Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam”, ucap Mu’ti.
Peristiwa hijrah menurut Mu’ti memberikan pelajaran bagaimana Rasulullah membangun Yasrib menjadi sebuah kota maju yang kemudian bernama Madinah. Sebuah kota yang juga bermakna kota peradaban yang diterangi oleh cahaya iman, diindahkan dengan cahaya akhlak, dan diperkuat dengan persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat.
Abdul Mu’ti, yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengisahkan perjalanan panjang Rasulullah dan para sahabatnya saat memasuki Madinah yang disambut dengan sukacita oleh penduduk Madinah tanpa setetes darah pun yang tumpah. Hal itu menggambarkan sukacita dan harapan yang luar biasa dari masyarakat Yasrib tentang datangnya seorang pemimpin yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di Madinah.
Hal pertama yang dilakukan Rasulullah di Madinah adalah membangun masjid, dimaknai sebagai membangun masyarakat baru, peradaban baru dengan fondasi iman, sebuah kekuatan spiritual yang merupakan bagian penting dan penentu perekat umat manusia.
“Rasulullah Muhammad memberikan contoh bagaimana iman menjadi kekuatan yang
Pesan itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam tausiyah refleksi peringatan tahun baru Islam 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (26/6/25), di depan hadirin Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, beberapa Menteri Kabinet Merah Putih, para Duta Besar negara sahabat, dan perwakilan Ormas Islam.
“Dikaitkan dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta para sahabat dari Makkah ke Madinah, sebuah peristiwa yang secara historis merupakan tonggak penting awal dari sejarah peradaban Islam yang menjadi tonggak kemenangan dakwah Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam”, ucap Mu’ti.
Peristiwa hijrah menurut Mu’ti memberikan pelajaran bagaimana Rasulullah membangun Yasrib menjadi sebuah kota maju yang kemudian bernama Madinah. Sebuah kota yang juga bermakna kota peradaban yang diterangi oleh cahaya iman, diindahkan dengan cahaya akhlak, dan diperkuat dengan persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat.
Abdul Mu’ti, yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengisahkan perjalanan panjang Rasulullah dan para sahabatnya saat memasuki Madinah yang disambut dengan sukacita oleh penduduk Madinah tanpa setetes darah pun yang tumpah. Hal itu menggambarkan sukacita dan harapan yang luar biasa dari masyarakat Yasrib tentang datangnya seorang pemimpin yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di Madinah.
Hal pertama yang dilakukan Rasulullah di Madinah adalah membangun masjid, dimaknai sebagai membangun masyarakat baru, peradaban baru dengan fondasi iman, sebuah kekuatan spiritual yang merupakan bagian penting dan penentu perekat umat manusia.
“Rasulullah Muhammad memberikan contoh bagaimana iman menjadi kekuatan yang