Grup Rap Irlandia, Kneecap, Teriakkan Dukungan untuk Palestina di Glastonbury
Nabil
Senin, 30 Juni 2025 - 07:43 WIB
Grup Rap Irlandia, Kneecap, Teriakkan Dukungan untuk Palestina di Glastonbury
LANGIT7.ID-Jakarta;Grup rap asal Irlandia, Kneecap, tampil di Festival Glastonbury di depan puluhan ribu penonton yang meneriakkan “Free Palestine”, meskipun sebelumnya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut bahwa penampilan mereka seharusnya "tidak pantas".
Salah satu personel Kneecap, Liam O’Hanna, pada Sabtu juga menyampaikan “shout-out” kepada kelompok Palestine Action, yang minggu lalu diumumkan Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper akan dimasukkan ke daftar organisasi terlarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000.
“Perdana Menteri negara kalian, bukan negaraku, bilang dia gak mau kami tampil. Jadi, f*** Keir Starmer,” ucap O’Hanna di atas panggung sambil mengenakan syal Palestina khasnya di hadapan lautan penonton yang banyak di antaranya mengibarkan bendera Palestina.
“Kondisi ini memang cukup bikin stres, tapi tetap gak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami rakyat Palestina,” tambah O’Hanna yang di atas panggung dikenal dengan nama Mo Chara. Pernyataannya mengacu pada tekanan yang diterima mereka karena terus terang mendukung rakyat Gaza.
O’Hanna saat ini menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang Terorisme Inggris karena diduga mengibarkan bendera kelompok bersenjata Hizbullah dari Lebanon saat tampil di London pada November tahun lalu. Namun, dia membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa bendera tersebut dilemparkan ke panggung dan dia tidak tahu apa maknanya saat itu.
Saat naik panggung di West Holts Glastonbury—yang bisa menampung sekitar 30.000 penonton—O’Hanna berteriak, “Glastonbury, gue orang bebas!”
Ketiganya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara festival, Michael dan Emily Eavis, karena tetap mengizinkan mereka tampil meski mendapat tekanan untuk membatalkannya, termasuk dari PM Starmer.
Salah satu personel Kneecap, Liam O’Hanna, pada Sabtu juga menyampaikan “shout-out” kepada kelompok Palestine Action, yang minggu lalu diumumkan Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper akan dimasukkan ke daftar organisasi terlarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000.
“Perdana Menteri negara kalian, bukan negaraku, bilang dia gak mau kami tampil. Jadi, f*** Keir Starmer,” ucap O’Hanna di atas panggung sambil mengenakan syal Palestina khasnya di hadapan lautan penonton yang banyak di antaranya mengibarkan bendera Palestina.
“Kondisi ini memang cukup bikin stres, tapi tetap gak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami rakyat Palestina,” tambah O’Hanna yang di atas panggung dikenal dengan nama Mo Chara. Pernyataannya mengacu pada tekanan yang diterima mereka karena terus terang mendukung rakyat Gaza.
O’Hanna saat ini menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang Terorisme Inggris karena diduga mengibarkan bendera kelompok bersenjata Hizbullah dari Lebanon saat tampil di London pada November tahun lalu. Namun, dia membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa bendera tersebut dilemparkan ke panggung dan dia tidak tahu apa maknanya saat itu.
Saat naik panggung di West Holts Glastonbury—yang bisa menampung sekitar 30.000 penonton—O’Hanna berteriak, “Glastonbury, gue orang bebas!”
Ketiganya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara festival, Michael dan Emily Eavis, karena tetap mengizinkan mereka tampil meski mendapat tekanan untuk membatalkannya, termasuk dari PM Starmer.