Kartun: Ketika LeMan Menggoda Garis Merah Umat Islam
Miftah yusufpati
Kamis, 03 Juli 2025 - 05:45 WIB
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang kartunis saat mereka berkumpul di jalan Istiklal dekat Leman Magazine di Istanbul pada tanggal 30 Juni 2025. (Arab News)
LANGIT7.ID – Tak ada yang benar-benar baru dari sketsa yang muncul dalam edisi terakhir Juni 2025 majalah satir Turki, LeMan. Sebuah karikatur yang menggambarkan kekerasan terhadap seorang Muslim, disertai simbol-simbol keagamaan. Gaya visual seperti ini memang telah menjadi ciri khas LeMan selama bertahun-tahun. Namun kali ini, kartun itu dianggap melampaui batas, menyinggung kesucian Islam.
Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak tinggal diam. Negara bergerak cepat. Polisi antihuru-hara membubarkan demonstrasi di pusat kota Istanbul dengan gas air mata dan peluru karet. Kantor Kejaksaan Istanbul langsung menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap kartunis, desainer grafis, dan dua staf redaksi *LeMan*.
Mereka dituduh melakukan penistaan agama, dengan dasar pasal dalam hukum pidana Turki yang mengkriminalisasi hasutan terhadap kebencian dan permusuhan. Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya membagikan video penangkapan sang kartunis, D.P. Pehlevan, yang diborgol dan digiring menaiki tangga, serta tiga staf lainnya yang diseret keluar dari rumah mereka—salah satunya tanpa alas kaki.
“Orang yang menggambar gambar keji ini telah ditahan. Orang-orang yang tidak tahu malu ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum,” tulis Yerlikaya melalui platform X.
Baca juga: 4 Karyawan Majalah Satir Turki Ditangkap Imbas Pasang Kartun Nabi Muhammad SAW
Sementara itu, LeMan membela diri. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut kartun tersebut telah disalahpahami secara sengaja. “Kami menggambarkan penderitaan umat Islam, bukan menghina agama,” tulis redaksi. Mereka meminta maaf kepada pembaca yang merasa tersinggung, namun menegaskan bahwa karya mereka telah dipelintir secara politis.
Presiden Erdogan menyebut kartun tersebut sebagai “kejahatan kebencian Islamofobia.” Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan siapa pun meremehkan nilai-nilai suci bangsa. “Mereka yang menunjukkan rasa tidak hormat kepada Nabi kami dan nabi-nabi lainnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum,” ujarnya.
Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak tinggal diam. Negara bergerak cepat. Polisi antihuru-hara membubarkan demonstrasi di pusat kota Istanbul dengan gas air mata dan peluru karet. Kantor Kejaksaan Istanbul langsung menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap kartunis, desainer grafis, dan dua staf redaksi *LeMan*.
Mereka dituduh melakukan penistaan agama, dengan dasar pasal dalam hukum pidana Turki yang mengkriminalisasi hasutan terhadap kebencian dan permusuhan. Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya membagikan video penangkapan sang kartunis, D.P. Pehlevan, yang diborgol dan digiring menaiki tangga, serta tiga staf lainnya yang diseret keluar dari rumah mereka—salah satunya tanpa alas kaki.
“Orang yang menggambar gambar keji ini telah ditahan. Orang-orang yang tidak tahu malu ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum,” tulis Yerlikaya melalui platform X.
Baca juga: 4 Karyawan Majalah Satir Turki Ditangkap Imbas Pasang Kartun Nabi Muhammad SAW
Sementara itu, LeMan membela diri. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut kartun tersebut telah disalahpahami secara sengaja. “Kami menggambarkan penderitaan umat Islam, bukan menghina agama,” tulis redaksi. Mereka meminta maaf kepada pembaca yang merasa tersinggung, namun menegaskan bahwa karya mereka telah dipelintir secara politis.
Presiden Erdogan menyebut kartun tersebut sebagai “kejahatan kebencian Islamofobia.” Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan siapa pun meremehkan nilai-nilai suci bangsa. “Mereka yang menunjukkan rasa tidak hormat kepada Nabi kami dan nabi-nabi lainnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum,” ujarnya.