Timsar Gabungan Temukan 14 Korban Kapal Tenggelam dalam Kondisi Selamat
Lusi mahgriefie
Kamis, 03 Juli 2025 - 09:42 WIB
Foto: Antara
Keluarga korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam malam tadi, menanti kabar pencarian. Hingga kini, Timsar gabungan telah menemukan 14 korban selamat dari total manifest sebanyak 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Melansir dari berita foto Antara, keluarga korban selamat tampak menangis setelah mendengar saudara mereka selamat dari tenggelamnya kapal feri tersebut.
Keluarga yang menanti kabar nasib korban telah mengerumuni posko pengaduan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur sejak dini hari tadi.
Tampak sebagian dari mereka melakukan panggilan video, kepada korban yang selamat.
Baca juga:Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Angkut Puluhan Penumpang dan 12 Kru
Sebelumnya, Koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setia Budi di Banyuwangi, Kamis dini hari mengatakan, Basarnas setempat berupaya melakukan pencarian puluhan orang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, sesaat setelah mendapatkan informasi tenggelamnya kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu.
Namun upaya tersebut terkendala cuaca dan ombak di Selat Bali yang mencapai sekitar 2,5 meter. "Sehingga menyulitkan tim SAR," ujar Wahyu melansir Antara.
Melansir dari berita foto Antara, keluarga korban selamat tampak menangis setelah mendengar saudara mereka selamat dari tenggelamnya kapal feri tersebut.
Keluarga yang menanti kabar nasib korban telah mengerumuni posko pengaduan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur sejak dini hari tadi.
Tampak sebagian dari mereka melakukan panggilan video, kepada korban yang selamat.
Baca juga:Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Angkut Puluhan Penumpang dan 12 Kru
Sebelumnya, Koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setia Budi di Banyuwangi, Kamis dini hari mengatakan, Basarnas setempat berupaya melakukan pencarian puluhan orang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, sesaat setelah mendapatkan informasi tenggelamnya kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu.
Namun upaya tersebut terkendala cuaca dan ombak di Selat Bali yang mencapai sekitar 2,5 meter. "Sehingga menyulitkan tim SAR," ujar Wahyu melansir Antara.