Lampu yang Menyinari Umat: Jejak Aisyah dalam Ilmu dan Akhlak
Miftah yusufpati
Selasa, 08 Juli 2025 - 05:45 WIB
Selain ilmunya yang luas, Aisyah juga dikenal memiliki akhlak yang luhur: jujur, rajin ibadah, sering tahajud, dan pemalu. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Gus Baha bercerita tentang peran besar Aisyah ra: cerdas, jujur, dan penyumbang besar ilmu bagi umat Islam.
Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, tersenyum kecil ketika mulai membuka kisahnya. “Coba kalau tidak ada Aisyah, mau tanya kepada siapa?” katanya pelan, dalam kanal YouTube NU Online beberapa waktu lalu.
Kalimat itu keluar setelah ia mengurai satu demi satu hikmah pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Aisyah. Bagi Gus Baha, pernikahan itu bukan sekadar urusan duniawi, melainkan perintah langsung Allah ﷻ.
“Nabi mendesain Aisyah karena cerdas,” katanya. “Umat Islam berutang banyak kepada Aisyah. Ia mendokumentasikan banyak hadis tentang perempuan.”
Dalam ceramah yang mengalir seperti biasanya, Gus Baha menyebut, banyak perkara fiqih yang rinciannya hanya kita ketahui karena riwayat dari Aisyah.
“Misalnya,” ujarnya sambil tertawa kecil, “jumlah air yang dipakai mandi itu berapa? Musta’mal itu seperti apa?”
Baca juga: Aisyah, Khadijah, dan Kata Cinta yang Tak Pernah Usang
Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha, tersenyum kecil ketika mulai membuka kisahnya. “Coba kalau tidak ada Aisyah, mau tanya kepada siapa?” katanya pelan, dalam kanal YouTube NU Online beberapa waktu lalu.
Kalimat itu keluar setelah ia mengurai satu demi satu hikmah pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Aisyah. Bagi Gus Baha, pernikahan itu bukan sekadar urusan duniawi, melainkan perintah langsung Allah ﷻ.
“Nabi mendesain Aisyah karena cerdas,” katanya. “Umat Islam berutang banyak kepada Aisyah. Ia mendokumentasikan banyak hadis tentang perempuan.”
Dalam ceramah yang mengalir seperti biasanya, Gus Baha menyebut, banyak perkara fiqih yang rinciannya hanya kita ketahui karena riwayat dari Aisyah.
“Misalnya,” ujarnya sambil tertawa kecil, “jumlah air yang dipakai mandi itu berapa? Musta’mal itu seperti apa?”
Baca juga: Aisyah, Khadijah, dan Kata Cinta yang Tak Pernah Usang