home wirausaha syariah

BAZNAS Gandeng BPS dan Bappenas Bahas Peta Baru Kemiskinan Indonesia

Kamis, 10 Juli 2025 - 12:36 WIB
BAZNAS Gandeng BPS dan Bappenas Bahas Peta Baru Kemiskinan Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta;Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan BAZNAS Development Forum (BDF) Kedua bertema “Peta Kemiskinan Indonesia: Perspektif BPS dan World Bank”, di Aula Achmad Subianto, Gedung BAZNAS RI, Jakarta.

BAZNAS Development Forum (BDF) II hadir sebagai ruang kolaborasi dan diskusi lintas sektor untuk mempertemukan perspektif BPS, World Bank, akademisi, serta perencana pembangunan nasional. Forum ini bertujuan menggali titik temu antara berbagai pendekatan pemetaan kemiskinan, sekaligus menyusun rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program pengentasan kemiskinan di tingkat nasional maupun lokal.

Acara yang dibuka oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, ini turut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan MA, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, serta para pembicara Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D., Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas, Rosy Wediawaty DE., MSE., M.Sc., serta Peneliti Direktorat Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Hidayaneu Farchatunnisa.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menekankan pentingnya memahami indikator kemiskinan untuk merancang intervensi zakat yang tepat.

Menurutnya, BAZNAS memiliki program pemberdayaan seperti ZChicken, ZMart, ZCoffee, Balai Ternak, dan banyak sekali program lainnya yang telah membantu mustahik.

"Di Jawa Tengah saja, lebih dari 25.000 mustahik berhasil keluar dari kemiskinan. Kita perlu memperkuat kolaborasi kelembagaan, termasuk usulan untuk melakukan MoU bersama Bappenas dan BPS,” ucapnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/7/2025).

Dalam kesmepatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, forum ini tidak bertujuan mempertentangkan metodologi, tetapi menjadi ruang sinergi lintas institusi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya