home masjid

Kebangkitan yang Tak Bisa Ditahan: Gelombang Baru Islam dan Wajah Perempuan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 05:15 WIB
Di zaman ketika banyak orang masih meniru Barat secara buta, kebangkitan Islamyang diisi juga oleh para perempuan cerdasadalah jawaban yang dinanti. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di ruang-ruang kuliah, majelis taklim, bahkan di pusat-pusat kekuasaan, ada sesuatu yang bergerak pelan tapi pasti. Setelah sekian lama umat Islam tertidur panjang seperti Ashabul Kahfi dalam gua, kini mereka bangkit. Lirih pada awalnya, lalu lantang, hingga tak bisa lagi diabaikan.

Tanda-tanda itu nyata: masjid yang dulu lengang kini penuh di waktu subuh, buku-buku Islam laris di toko, diskusi tentang syariat tak hanya milik para ulama, tetapi juga mahasiswa dan politisi muda. “Ini bukan sekadar nostalgia masa lalu. Ini kebangkitan yang matang, dengan akal sehat dan kepercayaan diri,” begitu kira-kira yang ditulis Syaikh Yusuf al-Qaradawi dalam Fatawa Mu’ashirah.

Kebangkitan itu memang bukan fenomena baru. Dalam setiap generasi, selalu muncul gelombang yang menyadarkan umat dari tidur panjang mereka. Tapi yang sekarang, terasa berbeda: mereka belajar dari masa lalu, lebih percaya diri, lebih siap menghadapi tantangan dunia modern.

Dulu, di puncak kolonialisme, umat Islam seperti kehilangan arah. Barat dianggap segalanya: ilmunya diadopsi, nilai-nilainya ditelan bulat-bulat. Bahkan, banyak yang menganggap syariat sebagai beban sejarah yang perlu disingkirkan demi maju. Poligami dicemooh, waris dikritik, riba diabaikan.

Baca juga: Hukum Bunga Bank Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi

Kini, setelah melihat Barat kehilangan tujuan di tengah kemajuan teknologi, umat kembali bertanya: untuk apa kita hidup, dari mana kita datang, ke mana kita pergi? Pertanyaan yang tak dijawab filsafat materialis modern. Maka umat Islam kembali kepada Al-Qur’an, menemukan bahwa Islam bukan hanya ritual, tetapi juga sistem moral, hukum, bahkan visi peradaban.

“Umat ini tidak akan pernah mati,” tulis al-Qaradawi. Kebangkitan itu sudah tak terbendung.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya