Pacu Jalur Mendunia, Pakar Komunikasi: Perlu Strategi Publikasi Tepat
Tim langit 7
Senin, 14 Juli 2025 - 09:44 WIB
Pacu Jalur Mendunia, Pakar Komunikasi: Perlu Strategi Publikasi Tepat
Tradisi Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, berhasil menarik perhatian publik internasional setelah berbagai konten perlombaan perahu tradisional itu viral di media sosial.
Menanggapi fenomena tersebut, dosen Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo menekankan, pacu jalur memiliki daya tarik kuat karena keunikan dan keasliannya.
“Pertama, Pacu Jalur itu otentik, memiliki keaslian dan originalitas yang kuat. Kedua, unik, karena tidak banyak tempat di dunia yang memiliki tradisi lomba perahu seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, meski banyak sungai di dunia, Pacu Jalur memiliki nilai lebih karena tradisi tersebut menggabungkan interaksi alam dan manusia yang memberikan pengalaman baru bagi masyarakat global.
Suko menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang terkelola dengan baik. “Promosi budaya seperti Pacu Jalur adalah diplomasi budaya modern. Namun, konten yang diunggah jangan liar. Perlu manajemen publikasi agar menampilkan aspek yang menarik bagi audiens global, seperti panjang jalur, keselamatan, dan kualitas air,” terangnya.
Baca juga:Fenomena Tarian Dikha Pacu Jalur, Ditiru Sederet Atlet Dunia Hingga Diberitakan Media Internasional
Ia juga menegaskan publikasi Pacu Jalur harus menampilkan kualitas konten yang baik. “Orang asing kurang tertarik dengan ritual yang mereka tidak pahami. Mereka lebih peduli pada pengalaman aman dan baru yang ditawarkan,” jelasnya.
Menanggapi fenomena tersebut, dosen Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo menekankan, pacu jalur memiliki daya tarik kuat karena keunikan dan keasliannya.
“Pertama, Pacu Jalur itu otentik, memiliki keaslian dan originalitas yang kuat. Kedua, unik, karena tidak banyak tempat di dunia yang memiliki tradisi lomba perahu seperti ini,” ungkapnya.
Menurutnya, meski banyak sungai di dunia, Pacu Jalur memiliki nilai lebih karena tradisi tersebut menggabungkan interaksi alam dan manusia yang memberikan pengalaman baru bagi masyarakat global.
Suko menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang terkelola dengan baik. “Promosi budaya seperti Pacu Jalur adalah diplomasi budaya modern. Namun, konten yang diunggah jangan liar. Perlu manajemen publikasi agar menampilkan aspek yang menarik bagi audiens global, seperti panjang jalur, keselamatan, dan kualitas air,” terangnya.
Baca juga:Fenomena Tarian Dikha Pacu Jalur, Ditiru Sederet Atlet Dunia Hingga Diberitakan Media Internasional
Ia juga menegaskan publikasi Pacu Jalur harus menampilkan kualitas konten yang baik. “Orang asing kurang tertarik dengan ritual yang mereka tidak pahami. Mereka lebih peduli pada pengalaman aman dan baru yang ditawarkan,” jelasnya.