Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, NU Circle Gelar Program Gernas Tastaka
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 23:45 WIB
NU Circle Gelar Program Gernas Tastaka. (Foto: Istimewa)
Sebagai wujud tanggung jawab dalam membangun dan menumbuhkan Generasi Emas Indonesia 2045, NU Circle menggelar program Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) yang berlangsung pada bulan Oktober hingga Desember 2021.
Tema Gernas Tastaka kali ini ialah "Program Pembelajaran Matematika Bernalar, Kontekstual Sederhana dan Mendasar" yang dilaksanakan di tujuh wilayah, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Maros, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Gunung Mas.
Ketua NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo (Gus Pu), mengatakan bahwa program ini difokuskan untuk membangun Generasi Emas Indonesia 2045 sebagai upaya serius, terstruktur, dan berkelanjutan untuk mencegah disintegrasi bangsa di kemudian hari.
Baca juga: Kelompok Peternak Renovasi Masjid dari Hasil Penjualan Hewan Kurban
"Kita semua tidak boleh lagi abai dengan situasi kemunduran mutu pendidikan nasional. Kualitas literasi numerasi anak Indonesia sangat terpuruk, mutu anak SMP setara dengan kelas 4 SD. Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia," kata Gus Pu dalam sambutan peluncuran Gernas Tastaka NU Circle secara virtual, Sabtu (2/10).
Gus Pu menjelaskan bahwa Gernas Tastaka mengajarkan pembelajaran numerasi secara bernalar dan kontekstual yang diajarkan dengan metode sangat sederhana dan mendasar. Menurutnya, proses pembelajaran matematika harus bernalar dan ini menjadi ujung tombak pembangunan Generasi Emas Indonesia.
"Berkali-kali kami menerima testimoni dari para guru di berbagai wilayah di Indonesia bahwa pembelajaran yang dilaksanakan Gernas Tastaka memberikan solusi cerdas dan bernalar atas pendidikan numerasi di kelas-kelas," tuturnya.
Tema Gernas Tastaka kali ini ialah "Program Pembelajaran Matematika Bernalar, Kontekstual Sederhana dan Mendasar" yang dilaksanakan di tujuh wilayah, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Maros, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Gunung Mas.
Ketua NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo (Gus Pu), mengatakan bahwa program ini difokuskan untuk membangun Generasi Emas Indonesia 2045 sebagai upaya serius, terstruktur, dan berkelanjutan untuk mencegah disintegrasi bangsa di kemudian hari.
Baca juga: Kelompok Peternak Renovasi Masjid dari Hasil Penjualan Hewan Kurban
"Kita semua tidak boleh lagi abai dengan situasi kemunduran mutu pendidikan nasional. Kualitas literasi numerasi anak Indonesia sangat terpuruk, mutu anak SMP setara dengan kelas 4 SD. Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia," kata Gus Pu dalam sambutan peluncuran Gernas Tastaka NU Circle secara virtual, Sabtu (2/10).
Gus Pu menjelaskan bahwa Gernas Tastaka mengajarkan pembelajaran numerasi secara bernalar dan kontekstual yang diajarkan dengan metode sangat sederhana dan mendasar. Menurutnya, proses pembelajaran matematika harus bernalar dan ini menjadi ujung tombak pembangunan Generasi Emas Indonesia.
"Berkali-kali kami menerima testimoni dari para guru di berbagai wilayah di Indonesia bahwa pembelajaran yang dilaksanakan Gernas Tastaka memberikan solusi cerdas dan bernalar atas pendidikan numerasi di kelas-kelas," tuturnya.