LANGIT7.ID, - Sebagai wujud tanggung jawab dalam membangun dan menumbuhkan Generasi Emas Indonesia 2045, NU Circle menggelar program Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) yang berlangsung pada bulan Oktober hingga Desember 2021.
Tema Gernas Tastaka kali ini ialah "Program Pembelajaran Matematika Bernalar, Kontekstual Sederhana dan Mendasar" yang dilaksanakan di tujuh wilayah, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Maros, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Gunung Mas.
Ketua NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo (Gus Pu), mengatakan bahwa program ini difokuskan untuk membangun Generasi Emas Indonesia 2045 sebagai upaya serius, terstruktur, dan berkelanjutan untuk mencegah disintegrasi bangsa di kemudian hari.
Baca juga:
Kelompok Peternak Renovasi Masjid dari Hasil Penjualan Hewan Kurban"Kita semua tidak boleh lagi abai dengan situasi kemunduran mutu pendidikan nasional. Kualitas literasi numerasi anak Indonesia sangat terpuruk, mutu anak SMP setara dengan kelas 4 SD. Jika dibiarkan, ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia," kata Gus Pu dalam sambutan peluncuran Gernas Tastaka NU Circle secara virtual, Sabtu (2/10).
Gus Pu menjelaskan bahwa Gernas Tastaka mengajarkan pembelajaran numerasi secara bernalar dan kontekstual yang diajarkan dengan metode sangat sederhana dan mendasar. Menurutnya, proses pembelajaran matematika harus bernalar dan ini menjadi ujung tombak pembangunan Generasi Emas Indonesia.
"Berkali-kali kami menerima testimoni dari para guru di berbagai wilayah di Indonesia bahwa pembelajaran yang dilaksanakan Gernas Tastaka memberikan solusi cerdas dan bernalar atas pendidikan numerasi di kelas-kelas," tuturnya.
"Selama tiga tahun ini, Gernas Tastaka fokus mendidik para guru di Indonesia, khususnya guru Sekolah Dasar. Sasaran utama pendidikan numerasi adalah pada pendidikan dasar, yaitu SD dan Madrasah Ibtidaiyah. Merekalah generasi yang akan menjadi pemimpin nasional 25 tahun ke depan," lanjutnya.
Baca juga:
Humanity Medical Services ACT Tangani Pasien Kanker DarahDalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kehormatan NU Circle yang juga Wakil Ketua MPR Arsul Sani, menegaskan bahwa NU Circle melakukan upaya-upaya solutif untuk mengatasi persoalan kebangsaan.
"NU Circle melakukan berbagai terobosan dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan, salah satunya di bidang pendidikan. Upaya ini patut diapresiasi dan kita harus mengambil tanggung jawab atas permasalahan di NKRI yang kita cintai ini," ujarnya.
Arsul Sani juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Kemdikbudristek) yang telah ikut bersama NU Circle membangun Generasi Emas Indonesia 2045. Pelaksanaan Gernas Tastaka sekaligus menandai pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP) Kemdikbudristek.
(sof)