Yayasan Wali, Bangun Pesantren dari Keuntungan Ternak Kambing
Muhajirin
Ahad, 03 Oktober 2021 - 12:38 WIB
Pengurus Yayasan Wali berdiri di depan bangunan kandang kambing yang sedang dalam tahap pembangunan (foto: langit7.id/istock)
Ada banyak sumber pendanaan dalam mendirikan pesantren. Namun siapa sangka, ada yayasan yang membangun pesantren dari keuntungan ternak kambing.
Adalah Yayasan Wakaf Agro Lemah Ireng (WALI), memanfaatkan tanah wakaf untuk membangun unit usaha ternak kambing. Keuntungannya kemudian dikumpulkan untuk biaya pembangunan pesantren.
Yayasan WALI merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial terutama pendidikan, keagamaan, dan pembinaan ekonomi santri dan masyarakat.
Ketua Yayasan Wakaf WALI, Awaludin Hanafi, mengatakan, saat ini WALI tengah memanfaatkan tanah wakaf untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut. WALI mendapatkan amanah beberapa petak tanah. Tanah itu akan dimanfaatkan agar bisa produktif yang mengalirkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pahala bagi pewakaf.
Saat ini, Yayasan WALI sedang membangun kandang untuk ternak kambing di salah satu tanah wakaf yang mereka kelola. Ada total lima pewakaf yang mewakafkan tanah dengan lokasi saling berdekatan di Gumukrejo, Kepoh, Sambi, Boyolali.
“Kami merencanakan di tanah wakaf ini akan kami bangun Pesantren WALI gratis bagi santri. Karena itu sebelum pesantren berdiri, perlu ada sumber dana untuk back up operasional pesantren,” kata Awaludin, dikutip laman Yayasan WALI, Ahad (3/10/2021).
Kandang yang tengah dibangun itu sekitar 50 meter persegi untuk sekira 50 ekor induk. Kandang itu rencananya akan diperbesar agar bisa menampung 500-an ekor kambing. Pembangunan itu menghabiskan dana hampir Rp35 juta.
Adalah Yayasan Wakaf Agro Lemah Ireng (WALI), memanfaatkan tanah wakaf untuk membangun unit usaha ternak kambing. Keuntungannya kemudian dikumpulkan untuk biaya pembangunan pesantren.
Yayasan WALI merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial terutama pendidikan, keagamaan, dan pembinaan ekonomi santri dan masyarakat.
Ketua Yayasan Wakaf WALI, Awaludin Hanafi, mengatakan, saat ini WALI tengah memanfaatkan tanah wakaf untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut. WALI mendapatkan amanah beberapa petak tanah. Tanah itu akan dimanfaatkan agar bisa produktif yang mengalirkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pahala bagi pewakaf.
Saat ini, Yayasan WALI sedang membangun kandang untuk ternak kambing di salah satu tanah wakaf yang mereka kelola. Ada total lima pewakaf yang mewakafkan tanah dengan lokasi saling berdekatan di Gumukrejo, Kepoh, Sambi, Boyolali.
“Kami merencanakan di tanah wakaf ini akan kami bangun Pesantren WALI gratis bagi santri. Karena itu sebelum pesantren berdiri, perlu ada sumber dana untuk back up operasional pesantren,” kata Awaludin, dikutip laman Yayasan WALI, Ahad (3/10/2021).
Kandang yang tengah dibangun itu sekitar 50 meter persegi untuk sekira 50 ekor induk. Kandang itu rencananya akan diperbesar agar bisa menampung 500-an ekor kambing. Pembangunan itu menghabiskan dana hampir Rp35 juta.