LANGIT7.ID, Surakarta - Ada banyak sumber pendanaan dalam mendirikan pesantren. Namun siapa sangka, ada yayasan yang membangun pesantren dari keuntungan ternak kambing.
Adalah Yayasan Wakaf Agro Lemah Ireng (WALI), memanfaatkan tanah wakaf untuk membangun unit usaha ternak kambing. Keuntungannya kemudian dikumpulkan untuk biaya pembangunan pesantren.
Yayasan WALI merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial terutama pendidikan, keagamaan, dan pembinaan ekonomi santri dan masyarakat.
Ketua Yayasan Wakaf WALI, Awaludin Hanafi, mengatakan, saat ini WALI tengah memanfaatkan tanah wakaf untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut. WALI mendapatkan amanah beberapa petak tanah. Tanah itu akan dimanfaatkan agar bisa produktif yang mengalirkan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pahala bagi pewakaf.
Saat ini, Yayasan WALI sedang membangun kandang untuk ternak kambing di salah satu tanah wakaf yang mereka kelola. Ada total lima pewakaf yang mewakafkan tanah dengan lokasi saling berdekatan di Gumukrejo, Kepoh, Sambi, Boyolali.
“Kami merencanakan di tanah wakaf ini akan kami bangun Pesantren WALI gratis bagi santri. Karena itu sebelum pesantren berdiri, perlu ada sumber dana untuk
back up operasional pesantren,” kata Awaludin, dikutip laman Yayasan WALI, Ahad (3/10/2021).
Kandang yang tengah dibangun itu sekitar 50 meter persegi untuk sekira 50 ekor induk. Kandang itu rencananya akan diperbesar agar bisa menampung 500-an ekor kambing. Pembangunan itu menghabiskan dana hampir Rp35 juta.
Untuk keperluan ini, yayasan juga mulai bertanam rumput Pakchong sebagai bank pakan. Rumput jenis itu dipilih karena mengandung nutrisi tinggi untuk pakan ternak, lebih tahan di daerah kering dan cepat masa panennya.
WALI saat ini baru menanam rumput seluas 200 meter persegi. Setelah panen nanti akan dijadikan bibit untuk perluasan tanam rumput. Estimasinya seluas satu hektar.
Ketua Yayasan WALI, M Luthfi Hamidi, mengatakan, pendanaan untuk bagian ini masih dari internal dengan mengandalkan saweran dari pengurus. Ia berharap WALI bisa mengadakan fundraising untuk pengadaan induk kambing.
Kambing yang akan dibiakkan di sini dari jenis Jawa Randu. Biaya per induk senilai kurang lebih Rp2 juta per ekor. Jadi untuk 50 ekor induk pertama, WALI membutuhkan dana kurang lebih Rp100 juta.
Ke depan bila operasional dari ternak kambing sudah berjalan, bisa menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Dari pesantren yang akan didirikan, bisa memberikan alternatif bagi penduduk sekitar dalam mengejar pendidikan sekaligus bisa memberikan bekal kemandirian bagi santri.
Nantinya, pesantren WALI akan dibangun dari filosofi empat pilar sesuai singkatan namanya
Worship, Attractive, Long Lasting, dan
Independence.
Worship merujuk pada niat suci bahwa pesantren merupakan bentuk pengabdian dan ibadah untuk semata-mata mencari keridhaan-Nya.
Attractive artinya pesantren itu menarik, karena memiliki pembeda dari pesantren yang sejenis. Antara lain, pesantren berkomitmen membekali santri di bidang agro yakni pertanian, peternakan, dan perikanan. Lalu di bidang entrepreneur serta keterampilan IT seperti bermedsos, penguasaan
software dan
hardware untuk pengembangan dakwah via internet.
Long Lasting artinya berkelanjutan. Prinsip sustainabilitas atau berkelanjutan akan diterapkan. Sedangkan
independence artinya mandiri, yakni Pesantren Wali akan membentuk dan membimbing jiwa kemandirian santri.
Kemudian
life skills yang akan diajarkan di Pondok Pesantren WALI diharapkan menjadi pembelajaran dalam bertahan hidup, berkompetisi, dan mengembangkan diri. Kemandirian dirintis dan dimulai dari manajemen Pesantren WALI lalu semangat itu bisa ditularkan kepada santri.
(jqf)