home wirausaha syariah

Wawancara Eksklusif UAS: Fiqih Terlaksana Sempurna dengan Bangkitnya Ekonomi Islam

Ahad, 03 Oktober 2021 - 18:02 WIB
Ustadz Abdul Somad (foto: langit7.id/M Rifai Akif)
Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. 12,9 persen populasi muslim atau lebih dari 200 juta jiwa muslim ada di Indonesia. Hal itu semestinya bisa membuat Indonesia menjadi kekuatan ekonomi yang besar di dunia dengan ekonomi Islam.

Sayangnya, menurut data State of Global Islamic Economy aset keuangan syariah di Indonesia baru menduduki posisi ke-8 se-dunia. Padahal, rata-rata dalam angka konsumsi produk halal, Indonesia menduduki peringkat pertama. Artinya Indonesia punya potensi besar namun potensi itu justru bisa dimanfaatkan bukan oleh Indonesia sendiri.

Ekonomi Islam di Indonesia, kendati masih dalam tahap perkembangan. Berusaha digenjot oleh berbagai pihak agar dapat bangkit. Menanggapi kondisi itu, Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D atau akrab disapa Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan, dengan bangkitnya ekonomi Islam, fiqih atau ilmu yang mengatur berbagai aspek kehidupan seorang muslim, bisa terlaksana dengan sempurna.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Islam harus selalu didorong. Tidak hanya agar memberi untung bagi seorang muslim, namun juga dalam rangka melaksanakan perintah Allah dalam aspek ekonomi. Selain itu, ekonomi islam bukanlah semata pelaksanaan ekonomi yang eksklusif untuk umat Islam saja. Tapi harus mampu inklusif bagi siapapun apapun agama dan bangsanya. Sehingga melalui ekonomi Islam, dapat terwujud rahmat bagi seluruh Alam, Rahmatan lil 'Alamin.

Wartawan Langit7.id Muhammad Rifai Akif berkesempatan mewawancarai Ustadz Abdul Somad seputar ekonomi Islam. Berikut kutipan wawancaranya:

Ekonomi Islam mulai bergeliat, namun Bank Syariah hari ini belum sebanyak Bank Konvensional, bagaimana seorang Muslim harus bertindak? Terlebih bagi mereka yang bekerja masih berkaitan dengan riba.

Rasulullah SAW menegaskan: Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, mereka semua itu adalah sama (HR. Muslim).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi syariah wawancara khusus ustadz abdul somad
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya