home masjid

Jirjis atau Saint George, Nabi yang Bangkit 70 Kali hingga Akhirnya Syahid

Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:30 WIB
Kisah Jirjis tetap hidup sebagai simbol keberanian menghadapi kezaliman. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Dibunuh berkali-kali, disiksa dengan api, pasak, dan belanga mendidih, tapi selalu kembali hidup hingga akhirnya syahid. Oleh sebagian ulama, dia dikenal sebagai nabi dengan mukjizat luar biasa: dibunuh hingga 70 kali, namun Allah selalu menghidupkannya kembali. Sosok ini disebut Jirjis bin Qulthin, yang oleh sebagian lagi diidentifikasi sebagai Saint George dalam tradisi Kristen, seorang saleh legendaris yang menantang raja zalim.

Kisah Jirjis bersumber dari riwayat-riwayat Israiliyat — cerita Bani Israil yang banyak diabadikan dalam literatur tafsir klasik. Namun demikian, ulama seperti Prof Umar Sulaiman Al-Asyqar mengingatkan bahwa tidak ada dalil yang sahih dalam Al-Qur’an maupun hadits tentang kenabiannya. Dalam banyak versi, ia lebih tepat disebut hamba Allah yang saleh dan pemberani.

Baca juga: Kisah Samson atau Syam’un: Nabi Tanpa Pengikut

Dalam salah satu riwayat yang dikutip As-Sabi’yat fi Mawa’izh al-Bariyat, Jirjis hidup pada zaman Bani Israil di bawah kekuasaan Raja Darriyan. Sang raja memaksa rakyatnya menyembah berhala di kuil besar yang dibangunnya. Siapa yang menolak akan dilempar ke kobaran api.

Jirjis datang menentang: “Mengapa kau menyembah batu yang tak mendengar, tak melihat, dan tak memberi manfaat?”

Sang raja, Darriyan, tersinggung dan memerintahkan Jirjis disiksa: disiram air mendidih, dagingnya dikupas hingga tulang tampak, dipaku dengan pasak besi, direbus dalam belanga, namun setiap kali ia mati, Allah mengembalikannya dengan rupa yang lebih segar.

“Wahai yang zalim, katakanlah: Tiada Tuhan selain Allah!” teriak Jirjis berkali-kali.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya