Bucaille tidak hendak mengislamkan ilmu pengetahuan. Ia justru mencoba menguji keabsahan klaim Quran lewat kaca mata ilmiahtanpa menanggalkan ketelitian medisnya.
Suatu hari di akhir abad ke-11, lonceng-lonceng gereja berdentang di seluruh benua Eropa. Di Clermont, Paus Urbanus II menyeru, dan beribu-ribu orang menyahut: Deus vult! Tuhan menghendakinya.
Kebajikan dinilai bukan dari keluhuran moralnya, melainkan sejauh mana ia berkontribusi pada efisiensi sistem, pada kestabilan produksi, pada roda kapitalisme atau negara.
Agama Kristen, yang dulunya menjadi fondasi etis, kini, menurut Asad, hanya menjadi konvensi sosial. Ia hidup sebagai dekorasi, bukan sebagai kekuatan hidup.
Eropa pun mengalami kejutan intelektual. Ia menyebutnya Renaisanslahir kembali. Tetapi seperti dicatat Asad, kelahiran kembali itu bukan dari rahim gereja, melainkan dari sentuhan Islam.
Di masa lalu, Islam justru menjadi katalis pengetahuan. Tak ada Inkuisisi seperti yang dialami umat Kristen ketika ilmu pengetahuan menantang dogma gereja.
Di hadapan makalah Hans Kng, teolog Katolik progresif asal Swiss yang mendambakan kedamaian lintas agama, Nasr tidak menawarkan diplomasi. Ia mengajukan kritik tajam terhadap asumsi-asumsi Barat dalam melihat Islam.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.
Beliau tidak disebut dengan terang. Tapi sebagian umat meyakini tanda-tandanya ada. Bahwa nama Ahmadsebutan alternatif bagi Muhammad SAWtelah disebut-sebut dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Quran.
Persepsi Al-Quran terhadap Kristen sering kali dianggap kurang memadai. Bahkan, dalam beberapa kasus, keliru. Namun bagi Watt, itu bukan cela teologis yang harus ditutup-tutupi.
Pengakuan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai golongan orang-orang yang beriman kepada Allah adalah sesuai dengan jaminan yang diberikan oleh Waraqah.
Pandangan mayoritas Sunni kemudian menjadi dominan. Masyarakat Islam dipimpin oleh negara kekhalifahan, yang lama-kelamaan berubah menjadi kekhalifahan dinasti dan kekaisaran.