Tabarruj: Ketika Keindahan Menjadi Dosa
Miftah yusufpati
Senin, 21 Juli 2025 - 05:45 WIB
Cantik memang hak setiap insan, tetapi memperlihatkan kecantikan kepada yang bukan haknya, justru bisa menjadi dosa yang tak terlihat. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Minggu siang, sebuah potret viral beredar: seorang influencer muslimah tampil di ruang publik dengan gamis bercahaya, riasan tebal, dan jilbab transparan. Komentar warganet pun meledak: “Ini tabarruj!” Tetapi, apa sebenarnya tabarruj itu? Mengapa dilarang? Dan bagaimana mengenali sifat-sifatnya?
Kata tabarrujberasal dari bahasa Arab: تبرّج (tabarroja), yang berarti menampakkan atau mempertontonkan keindahan. Secara istilah, tabarruj berarti menunjukkan kecantikan tubuh, perhiasan, atau dandanan kepada yang bukan mahram hingga menimbulkan syahwat.
Esensi larangan tabarruj ditegaskan dalam Al-Qur’an:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
"Dan tetaplah kamu di rumahmu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu." (QS Al-Ahzab [33]: 33)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Sesungguhnya seorang wanita adalah aurat. Bila ia keluar, setan memperindah pandangan orang kepadanya." (HR. Tirmidzi dan al-Bazaar)
Baca juga: Kawin Mut'ah Menurut Hukum Islam: Pernah Dibolehkan
Kata tabarrujberasal dari bahasa Arab: تبرّج (tabarroja), yang berarti menampakkan atau mempertontonkan keindahan. Secara istilah, tabarruj berarti menunjukkan kecantikan tubuh, perhiasan, atau dandanan kepada yang bukan mahram hingga menimbulkan syahwat.
Esensi larangan tabarruj ditegaskan dalam Al-Qur’an:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
"Dan tetaplah kamu di rumahmu dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu." (QS Al-Ahzab [33]: 33)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Sesungguhnya seorang wanita adalah aurat. Bila ia keluar, setan memperindah pandangan orang kepadanya." (HR. Tirmidzi dan al-Bazaar)
Baca juga: Kawin Mut'ah Menurut Hukum Islam: Pernah Dibolehkan