home masjid

Mengapa Bersyukur Itu Berat: Sebuah Doa yang Tak Pernah Selesai

Selasa, 22 Juli 2025 - 05:45 WIB
Bahkan Nabi pun memohon: bantulah aku untuk bersyukur. Sebuah doa yang tampaknya tidak pernah selesai. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di antara semua kewajiban manusia kepada Tuhan, mungkin yang paling sederhana terdengar adalah bersyukur. Tapi justru di situlah letak ujian paling sunyi: kemampuan manusia untuk mengakui nikmat dan memuji pemberi nikmat.

Namun, Al-Qur’an sendiri memberi petunjuk bahwa bahkan para nabi—manusia pilihan yang dijaga dari dosa—pun memohon bimbingan agar bisa bersyukur. Nabi Sulaiman berdoa:

Wahai Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai…” (QS An-Naml [27]:19).

Nabi lain, dalam kisah berbeda, juga memohon hal serupa: “Wahai Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai…” (QS Al-Ahqaf [46]:15).

Bahkan Rasulullah SAWsendiri tidak hanya mengajarkan doa ini, tetapi juga mengucapkannya setiap hari:

“Wahai Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur untuk-Mu, dan beribadah dengan baik bagi-Mu.”

Mengapa para nabi yang maksum dan selalu ingat Tuhan masih memohon bimbingan untuk bersyukur?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya