home masjid

Cadarnya Tradisi, Menutupnya Kewajiban: Pakaian dan Perhiasan Muslimah Zaman Nabi

Rabu, 23 Juli 2025 - 04:15 WIB
Pakaian hanyalah sarana. Pesannya tetap sama: menutup diri dengan layak, tanpa kehilangan keindahan dan kebebasan untuk bergerak. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di pasar Madinah yang ramai itu, para perempuan melintas mengenakan pakaian panjang. Ada yang menutup wajah, hanya menyisakan kedua mata seperti celah rembulan. Ada pula yang membuka wajahnya, dengan riasan ringan di pipi dan jemari berhiaskan inai. Suasana itu, menurut riwayat, bukanlah pemandangan yang janggal di zaman Rasulullah SAW.

Membuka wajah dan telapak tangan sudah umum dilakukan kala itu. Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebut: “Tidak ada perselisihan bahwa wajah dan telapak tangan bukanlah aurat.” Sementara itu, memakai cadar, sehingga hanya tampak kedua bola mata, lebih merupakan tradisi atau mode berpakaian yang sudah ada bahkan sebelum Islam datang—sebagaimana dicatat oleh sejarawan Ibn Sa’d dalam Tabaqat al-Kubra.

Islam, pada dasarnya, tidak pernah memaksakan satu bentuk mode tertentu bagi perempuan. Yang diwajibkan hanyalah menutupi tubuh dengan pakaian yang layak, longgar, tidak transparan. Dengan batas itu, muslimah bebas mengenakan pakaian sesuai kondisi cuaca, tradisi lokal, dan lingkungan sosial mereka.

Berdandan pun tidak dilarang, selama dalam batas yang wajar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” Maka perempuan boleh berhias pada wajah, tangan, pakaian, bahkan dengan perhiasan, selama tidak berlebihan dan tidak untuk memancing pandangan di luar rumah.

Baca juga: Asmaradana, Wujud Keindahan Tenun Endek Bali dalam Keanggunan Busana Muslim

Dalam ayat yang menjadi dasar, Surah An-Nur ayat 31, Allah hanya memerintahkan perempuan “…agar mereka tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak darinya…” yang oleh para ulama tafsir diartikan sebagai wajah, tangan, pakaian luar, dan riasan ringan yang biasa tampak.

Para penulis sejarah juga menyebut bahwa Islam memberi panduan yang lebih longgar daripada budaya jahiliah yang kadang berlebihan baik dalam menutup maupun menampakkan tubuh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya