Apa yang Harus Disyukuri? Berikut Ini Penjelasan Quraish Shihab
Miftah yusufpati
Kamis, 24 Juli 2025 - 05:45 WIB
Syukur adalah jalan menuju rendah hati. Jalan menuju keberanian untuk berbagi. Jalan menuju penerimaan pada ketetapan Tuhan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Ada satu ayat yang diulang 31 kali dalam sebuah surah Al-Qur’an. Bunyinya sama, nadanya tegas, sekaligus mengusik hati:
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?” (QS Ar-Rahman)
Kalimat yang berulang-ulang itu membelah surah Ar-Rahman menjadi irama tanya yang menggugah. Bagi sebagian pembaca, itu seperti rapalan peringatan. Bagi yang lebih jernih melihatnya, ia terdengar sebagai undangan lembut untuk merenung.
Nikmat, itulah kata kunci dalam kisah panjang manusia di bumi. Dan jika manusia diminta menghitung, bahkan mendefinisikannya, niscaya ia akan terhenti di ujung penanya sendiri.
Baca juga: Mengapa Bersyukur Itu Berat: Sebuah Doa yang Tak Pernah Selesai
Nikmat di atas modal?
Bagi banyak orang modern, nikmat sering dipersempit: rumah yang luas, gaji yang besar, kesehatan yang prima. Tetapi para ulama memandang lebih dalam. Salah satunya berkata: nikmat adalah segala sesuatu yang berlebih dari modal Anda.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?” (QS Ar-Rahman)
Kalimat yang berulang-ulang itu membelah surah Ar-Rahman menjadi irama tanya yang menggugah. Bagi sebagian pembaca, itu seperti rapalan peringatan. Bagi yang lebih jernih melihatnya, ia terdengar sebagai undangan lembut untuk merenung.
Nikmat, itulah kata kunci dalam kisah panjang manusia di bumi. Dan jika manusia diminta menghitung, bahkan mendefinisikannya, niscaya ia akan terhenti di ujung penanya sendiri.
Baca juga: Mengapa Bersyukur Itu Berat: Sebuah Doa yang Tak Pernah Selesai
Nikmat di atas modal?
Bagi banyak orang modern, nikmat sering dipersempit: rumah yang luas, gaji yang besar, kesehatan yang prima. Tetapi para ulama memandang lebih dalam. Salah satunya berkata: nikmat adalah segala sesuatu yang berlebih dari modal Anda.