Panen Kurma di Bekasi, Prospek Bisnis Menguntungkan
Mahmuda attar hussein
Senin, 04 Oktober 2021 - 08:27 WIB
Sayuti Malik, mileniah asal Rawalumbu, Bekasi sedang panen kurma. Foto: YouTube Agromaritim
Kurma merupakan tanaman endemik yang biasanya hanya bisa ditemui di wilayah Timur Tengah. Buah yang satu ini cukup populer di Indonesia dan kerap kali dijadikan sebagai takjil ketika berbuka puasa.
Namun, ada yang berbeda dengan pohon kurma yang satu ini, di mana bisa ditemui dan tumbuh hidup hingga berkali-kali panen. Ialah Sayuti Malik, mileniah asal Rawalumbu, Bekasi yang tidak sengaja menumbuhkan pohon kurma di pekarangan rumahnya.
Walaupun bukan lagi hal yang aneh, karena sebelumnya Thailand telah lebih dulu berhasil membudi dayakan kurma secara komersil di wilayah tropis. Kendati demikian, keberhasilan Malik menumbuhkan kurma di tempatnya terbilang sesuatu yang mengagumkan, karena ia hanya belajar secara otodidak.
Baca juga: Beradaptasi dengan Perubahan Zaman, Wapres: Koperasi Harus Lakukan Transformasi Digital
Dengan keberhasilannya itu, ia bahkan mampu memanen kurma di tempanya sehingga menjadi prospek bisnis yang menjanjikan. Menurutnya, dari satu tanda kurma mampu menghasilkan Rp3 juta.
“Satu pohon itu setidak 10 tandan, jadi bisa dibayangkan kalau teman-teman punya lahan hittungan hekatare. Itu kalau kita bicara uang, tapi balik lagi sebetulnya kepada ikhtiar kita,” jelasnya dikanal Youtube agromaritim.
Malik mengisahkan, awal menumbuhkan pohon kurma itu secara tidak sengaja ketika mendapatkan kurma dari pamannya sepulang ibadah haji. Semasa pertumbuhan pohon kurmanya di usia enam tahun, ia mendapati buah kurma dari pohon yang ia tanam.
Namun, ada yang berbeda dengan pohon kurma yang satu ini, di mana bisa ditemui dan tumbuh hidup hingga berkali-kali panen. Ialah Sayuti Malik, mileniah asal Rawalumbu, Bekasi yang tidak sengaja menumbuhkan pohon kurma di pekarangan rumahnya.
Walaupun bukan lagi hal yang aneh, karena sebelumnya Thailand telah lebih dulu berhasil membudi dayakan kurma secara komersil di wilayah tropis. Kendati demikian, keberhasilan Malik menumbuhkan kurma di tempatnya terbilang sesuatu yang mengagumkan, karena ia hanya belajar secara otodidak.
Baca juga: Beradaptasi dengan Perubahan Zaman, Wapres: Koperasi Harus Lakukan Transformasi Digital
Dengan keberhasilannya itu, ia bahkan mampu memanen kurma di tempanya sehingga menjadi prospek bisnis yang menjanjikan. Menurutnya, dari satu tanda kurma mampu menghasilkan Rp3 juta.
“Satu pohon itu setidak 10 tandan, jadi bisa dibayangkan kalau teman-teman punya lahan hittungan hekatare. Itu kalau kita bicara uang, tapi balik lagi sebetulnya kepada ikhtiar kita,” jelasnya dikanal Youtube agromaritim.
Malik mengisahkan, awal menumbuhkan pohon kurma itu secara tidak sengaja ketika mendapatkan kurma dari pamannya sepulang ibadah haji. Semasa pertumbuhan pohon kurmanya di usia enam tahun, ia mendapati buah kurma dari pohon yang ia tanam.