Langit7, Bekasi - Kurma merupakan tanaman endemik yang biasanya hanya bisa ditemui di wilayah Timur Tengah. Buah yang satu ini cukup populer di Indonesia dan kerap kali dijadikan sebagai takjil ketika berbuka puasa.
Namun, ada yang berbeda dengan pohon kurma yang satu ini, di mana bisa ditemui dan tumbuh hidup hingga berkali-kali panen. Ialah Sayuti Malik, mileniah asal Rawalumbu, Bekasi yang tidak sengaja menumbuhkan pohon kurma di pekarangan rumahnya.
Walaupun bukan lagi hal yang aneh, karena sebelumnya Thailand telah lebih dulu berhasil membudi dayakan kurma secara komersil di wilayah tropis. Kendati demikian, keberhasilan Malik menumbuhkan kurma di tempatnya terbilang sesuatu yang mengagumkan, karena ia hanya belajar secara otodidak.
Baca juga: Beradaptasi dengan Perubahan Zaman, Wapres: Koperasi Harus Lakukan Transformasi DigitalDengan keberhasilannya itu, ia bahkan mampu memanen kurma di tempanya sehingga menjadi prospek bisnis yang menjanjikan. Menurutnya, dari satu tanda kurma mampu menghasilkan Rp3 juta.
“Satu pohon itu setidak 10 tandan, jadi bisa dibayangkan kalau teman-teman punya lahan hittungan hekatare. Itu kalau kita bicara uang, tapi balik lagi sebetulnya kepada ikhtiar kita,” jelasnya dikanal Youtube agromaritim.
Malik mengisahkan, awal menumbuhkan pohon kurma itu secara tidak sengaja ketika mendapatkan kurma dari pamannya sepulang ibadah haji. Semasa pertumbuhan pohon kurmanya di usia enam tahun, ia mendapati buah kurma dari pohon yang ia tanam.
“Jadi ketika buah ternyata tidak ada bijinya, karena tidak dikawinkan dengan pohon jantan (polinasi). Panen pertama dari bunga sampai matang itu memakan waktu setidaknya lima bulan,” kata dia.
Ketika buah kedua, lanjut Malik, ia kerap bertanya kepada para senior yang sudah berkecimpung dalam perkurmaan. Dari situ, ia mendapati keharusan pohon kurma untuk dipolinasi.
Malik menjelaskan, polinasi merupakan proses penyerbukan dua bunga. Di dalamnya termasuk menyemprot bunga betina yang sudah mekar dengan bunga jantan.
“Jadi itu kita kawinkan serbuk sarinya. Nanti setelah itu ada perkembangan yang membuat buah lebih besar, manis, dan berbiji,” ujarnya.
Baca juga: Wawancara Eksklusif UAS: Fiqih Terlaksana Sempurna dengan Bangkitnya Ekonomi IslamMenurutnya, dalam menanam pohon kurma untuk berhasil sebetulnya tidak ada rahasia. Kuncinya, hanya perlu menanam pohon kurma berjenis kelamin betina, yang nantinya dirawat sedemikian rupa, termasuk polinasi.
Malik mengaku biasa menjual kurmanya dalam bentuk produk kurma muda untuk kebutuhan pasangan suami-istri yang baru menikah. Diyakini, kandungan yang ada pada kurma muda dapat mempercepat kehamilan.
“Cita-cita saya ke depan tentu ingin mengembangkan jenis tanaman surgawi ini, karena banyak manfaat dan peluang bisnisnya,” tambahnya.
(zul)