Lomba Kompetensi Siswa Digelar, Kali Ini Siswa SMA dan MA Boleh Ikut
Lusi mahgriefie
Selasa, 29 Juli 2025 - 15:20 WIB
Jenderal Kemendikdasmen, Suharti saat memberi sambutan untuk pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Foto: Kemendikdasmen.go.id
Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) ke-33 Tahun 2025 digelar. Kali ini cakupan peserta LKS diperluas lagi, tidak hanya untuk siswa SMK tapi siswa SMA dan MA pun dapat mengikuti. Sebaliknya, SMK juga dapat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
LKS ini merupakan wujud nyata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk terus mendorong agar pendidikan Indonesia mampu melahirkan insan pembelajar sepanjang hayat, inovator, dan pemimpin masa depan.
Bukan hanya sekadar panggung adu keterampilan, tetapi juga arena pembentukan karakter, penumbuhan cita-cita, dan penciptaan generasi yang cakap menjawab tantangan zaman.
"Kebijakan ini merupakan bentuk pendekatan berbasis minat dan bakat. Kami ingin semua siswa, dari jalur manapun, mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan potensinya," kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengutip kemendikdasmen.go.id, Selasa (29/7/2025).
Hingga minggu ketiga Juli 2025, tercatat 1.318.615 siswa dari seluruh Indonesia telah mendaftar dalam berbagai ajang talenta nasional. Angka tersebut menunjukkan lonjakan partisipasi dibanding tahun sebelumnya, yang berjumlah sekira 1,2 juta siswa.
Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan melalui program beasiswa, pembinaan talenta, dan konektivitas antara dunia pendidikan dan industri, demi menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan penuh percaya diri dan integritas.
Sementara itu, Wakil Mendikdasmen Fajar mengatakan bahwa dalam upaya menjawab tantangan era industri 4.0 dan ekonomi berbasis inovasi, perlu adanya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
LKS ini merupakan wujud nyata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk terus mendorong agar pendidikan Indonesia mampu melahirkan insan pembelajar sepanjang hayat, inovator, dan pemimpin masa depan.
Bukan hanya sekadar panggung adu keterampilan, tetapi juga arena pembentukan karakter, penumbuhan cita-cita, dan penciptaan generasi yang cakap menjawab tantangan zaman.
"Kebijakan ini merupakan bentuk pendekatan berbasis minat dan bakat. Kami ingin semua siswa, dari jalur manapun, mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan potensinya," kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengutip kemendikdasmen.go.id, Selasa (29/7/2025).
Hingga minggu ketiga Juli 2025, tercatat 1.318.615 siswa dari seluruh Indonesia telah mendaftar dalam berbagai ajang talenta nasional. Angka tersebut menunjukkan lonjakan partisipasi dibanding tahun sebelumnya, yang berjumlah sekira 1,2 juta siswa.
Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan melalui program beasiswa, pembinaan talenta, dan konektivitas antara dunia pendidikan dan industri, demi menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan penuh percaya diri dan integritas.
Sementara itu, Wakil Mendikdasmen Fajar mengatakan bahwa dalam upaya menjawab tantangan era industri 4.0 dan ekonomi berbasis inovasi, perlu adanya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.