Susul Prancis dan Inggris, Kanada dan Malta akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB
Esti setiyowati
Kamis, 31 Juli 2025 - 20:59 WIB
Susul Prancis dan Inggris, Kanada dan Malta akan Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB. Foto: Pexels/Social Soup Social Media.
Kanada dan Malta akan mengakui negara Palestina, menyusul Prancis dan Inggris, selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
Langkah mengakui kedaulatan Palestina ini muncul di tengah desakan Eropa pada Israel agar menghentikan perang di Gaza, yang menyebabkan kelaparan meluas di jalur tersebut, serta menghentikan perluasan permukiman di Tepi Barat.
Baca juga: Presiden Emmanuel Macron Umumkan Prancis Akan Mengakui Negara Palestina
"Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi," ujar Perdana Menteri Kanada Mark Carney setelah rapat kabinet pada Rabu (30/7/2025).
Carney menekankan perlunya kerja sama internasional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan tersebut.
"Kanada telah lama berkomitmen pada solusi dua negara. Sebuah negara Palestina yang merdeka, layak, dan berdaulat yang hidup berdampingan dengan negara Israel dalam damai dan aman," tambahnya.
Sebagai imbalannya, Kanada ingin melihat reformasi dalam pemerintahan Otoritas Palestina, termasuk pemilihan umum yang akan diadakan pada tahun 2026 dengan mengesampingkan kelompok militan, Hamas.
Langkah mengakui kedaulatan Palestina ini muncul di tengah desakan Eropa pada Israel agar menghentikan perang di Gaza, yang menyebabkan kelaparan meluas di jalur tersebut, serta menghentikan perluasan permukiman di Tepi Barat.
Baca juga: Presiden Emmanuel Macron Umumkan Prancis Akan Mengakui Negara Palestina
"Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi," ujar Perdana Menteri Kanada Mark Carney setelah rapat kabinet pada Rabu (30/7/2025).
Carney menekankan perlunya kerja sama internasional untuk memastikan perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan tersebut.
"Kanada telah lama berkomitmen pada solusi dua negara. Sebuah negara Palestina yang merdeka, layak, dan berdaulat yang hidup berdampingan dengan negara Israel dalam damai dan aman," tambahnya.
Sebagai imbalannya, Kanada ingin melihat reformasi dalam pemerintahan Otoritas Palestina, termasuk pemilihan umum yang akan diadakan pada tahun 2026 dengan mengesampingkan kelompok militan, Hamas.