home masjid

Saat Raja Memesan Mahkota Surga dan Abu Nawas Menjawab dengan Canda Berhikmah

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 16:00 WIB
Kisah ini menggugah jiwa dengan caranya yang jenaka namun sarat makna. Ilustrasi: Matematrik
LANGIT7.ID-Di siang yang terik, angin gurun berhembus malas melintasi kota Baghdad. Namun bukan cuaca yang membuat Baginda Raja Harun Al Rasyid gelisah hari itu. Sebuah kuliah agama yang tak sengaja ia dengar saat menyamar sebagai rakyat biasa, justru menggugah hatinya lebih dari nasihat para penasihat kerajaan yang selama ini mengelilinginya.

Kala itu, seorang ulama kampung menyampaikan pelajaran tentang alam barzah dan surga. Ia menyampaikan betapa orang yang telah wafat bisa merasakan siksa atau nikmat kubur, meski tak terlihat oleh orang hidup. Seorang lelaki bertanya skeptis, "Jika memang ada siksa kubur, kenapa kami tak mendengarnya? Tak melihatnya?"

Ulama itu menjawab dengan kisah sederhana tapi menusuk: "Pernahkah engkau melihat seseorang bermimpi digigit ular? Ia menggeliat, menjerit, dan berkeringat. Tapi engkau yang di sisinya tak melihat ularnya. Begitulah barzah. Tak kasat mata, tapi nyata bagi yang menjalaninya."

Baginda terdiam kala mendengarnya. Tapi satu bagian kuliah lain justru menempel kuat di benaknya: mahkota surga. Ulama itu menggambarkannya sebagai perhiasan dari cahaya. Satu mahkota surga saja, katanya, lebih indah dari seluruh isi dunia. Dan sejak itu, hati Baginda bergelora. Ia ingin memilikinya.

Maka dipanggillah Abu Nawas ke istana.

Baca juga: Abu Nawas dan Bayi yang Diperebutkan: Ketika Keadilan Datang Bersama Tawa

Baginda menatapnya penuh selidik, seperti biasa ketika akan melontarkan permintaan aneh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya