Dari Sunah yang Terlupakan hingga Bid’ah yang Membudaya: Urgensi Tajdid Hari Ini
Miftah yusufpati
Selasa, 05 Agustus 2025 - 17:00 WIB
Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di tengah derasnya arus zaman yang menyeret akal manusia ke tepi-tepi modernitas, agama menjadi oase yang kian dirindukan. Bukan semata ritual, melainkan sebagai standar moral dan peta jalan kebenaran. “Risalah agama adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak mungkin dilepaskan,” tulis Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa. Dalam pandangan Syaikhul Islam ini, agama bahkan lebih urgen daripada kebutuhan terhadap makanan dan minuman.
Pandangan itu diperkuat oleh muridnya, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. “Kebutuhan manusia terhadap para rasul lebih mendesak daripada kebutuhan tubuh terhadap roh dan mata terhadap cahaya,” tulisnya dalam Zaad al-Ma’ad. Tanpa agama, manusia hanya akan terombang-ambing oleh hawa nafsu dan relativisme nilai.
Namun keyakinan bahwa Islam akan selalu terjaga tidak menafikan fakta bahwa dalam praktik, umat Islam kerap menjauh dari roh ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Penyimpangan muncul dalam bentuk bid’ah, pelunturan akidah, hingga stagnasi pemikiran keagamaan. Di sinilah letak pentingnya tajdîd, pembaharuan agama.
“Agama adalah cahaya Allah di bumi, keadilan-Nya di antara para hamba, serta benteng keselamatan bagi siapa saja yang memasukinya,” tulis Ibnu Taimiyah lagi dalam Majmu’ al-Fatawa.
Baca juga: Ustaz Haris: Pemilihan Tema Muktamar Sesuai dengan Semangat Tajdid
Menyingkap Makna Tajdid
Pandangan itu diperkuat oleh muridnya, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah. “Kebutuhan manusia terhadap para rasul lebih mendesak daripada kebutuhan tubuh terhadap roh dan mata terhadap cahaya,” tulisnya dalam Zaad al-Ma’ad. Tanpa agama, manusia hanya akan terombang-ambing oleh hawa nafsu dan relativisme nilai.
Namun keyakinan bahwa Islam akan selalu terjaga tidak menafikan fakta bahwa dalam praktik, umat Islam kerap menjauh dari roh ajaran yang dibawa Rasulullah SAW. Penyimpangan muncul dalam bentuk bid’ah, pelunturan akidah, hingga stagnasi pemikiran keagamaan. Di sinilah letak pentingnya tajdîd, pembaharuan agama.
“Agama adalah cahaya Allah di bumi, keadilan-Nya di antara para hamba, serta benteng keselamatan bagi siapa saja yang memasukinya,” tulis Ibnu Taimiyah lagi dalam Majmu’ al-Fatawa.
Baca juga: Ustaz Haris: Pemilihan Tema Muktamar Sesuai dengan Semangat Tajdid
Menyingkap Makna Tajdid