home masjid

Strategi Sempit ala Abu Nawas

Rabu, 06 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Terkadang kebenaran paling menyentuh justru datang dari cerita yang penuh guyonan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Sudah beberapa minggu Abu Nawas tak terlihat batang hidungnya. Tak di kedai teh, tak pula di istana. Suasana Baghdad terasa kehilangan warna, karena di mana tak ada Abu Nawas, di situlah tawa ikut lenyap.

Para sahabatnya di kedai teh mulai resah. “Kedai ini jadi sepi tanpa dia. Tak ada yang bisa bikin tawa meledak seperti Abu Nawas,” keluh salah satu dari mereka.

Suatu sore, seorang laki-laki setengah baya masuk ke kedai. Wajahnya kusut seperti kain habis dijemur di musim dingin.

“Maaf,” katanya. “Apakah kalian tahu di mana aku bisa menemukan Abu Nawas?”

“Kenapa engkau mencarinya?” tanya seorang sahabat Abu Nawas.

“Aku punya masalah pelik. Rumahku sempit, tapi aku tinggal bersama istriku dan delapan anakku. Rasanya seperti tinggal di dalam kantong sempit berisi semangka dan ayam goreng. Kami semua tertekan, tidak bahagia…”

Baca juga: Abu Nawas Menggunakan Ilmu Mati Sementara untuk Mendapat Maaf Baginda
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya