home global news

Larangan Anak-anak Bermain Roblox Tersirat dalam PP No.17/2025 Tentang Tunas

Rabu, 06 Agustus 2025 - 12:01 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti minta agar anak-anak tidak bermain Roblox karena dinilai tidak baik dan megandung unsur kekerasan. Foto: kemendikdasmen.go.id
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melarang anak-anak untuk bermain game Roblox sebab mengandung unsur kekerasan. Jauh sebelum ini Kemendikdasmen bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta kementerian terkait lainnya sebenarnya telah meluncurkan Program Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat Digital (Tunas).

Tak hanya itu, bahkan pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Peraturan tersebut mulai berlaku 1 April 2025, dan menjadi dasar hukum kuat bagi negara untuk menghadirkan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan.

"Kami di Komdigi tidak hanya melihat dampaknya (ruang digital) terhadap anak-anak, tetapi kepada keseluruhan. Bagaimana ruang digital ini berdampak kepada seluruh warga negara yang menggunakan" ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengutip laman komdigi.go.id yang tayang pada Jumat (2/5) lalu.

PP TUNAS secara khusus mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyaring konten yang berpotensi membahayakan anak-anak, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta memastikan proses remediasi yang cepat dan transparan.

Selain itu, PP ini mengatur kewajiban PSE untuk memverifikasi usia pengguna dan menerapkan pengamanan teknis yang dapat memitigasi risiko paparan konten negatif. Bagi pelanggar, PP TUNAS menetapkan sanksi administratif hingga pemutusan akses terhadap platform yang tidak patuh.

"Kita melihat ada aplikasi-aplikasi yang memang nakal. Ini bukan semata hasil algoritma yang menyesuaikan minat pengguna, tapi ada kecenderungan konten-konten ini memang sengaja diarahkan ke kelompok rentan termasuk anak-anak," tegas Meutya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya