Muhammadiyah dan BI Teken MoU Pengembangan Keuangan Syariah Nasional
Tim langit 7
Rabu, 06 Agustus 2025 - 16:04 WIB
Muhammadiyah dan BI Teken MoU Pengembangan Keuangan Syariah Nasional
LANGIT7.ID–Jakarta; Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Bank Indonesia kembali mempertegas komitmen mereka dalam mendorong kemajuan keuangan dan ekonomi syariah nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Rabu (6/8).
Kerja sama ini bukan kali pertama dijalin oleh kedua institusi. Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menggarisbawahi bahwa hubungan sinergis dengan Muhammadiyah telah terjalin dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini perlu ditingkatkan guna memperluas dampaknya bagi ekonomi syariah di Indonesia.
“Keuangan sosial itu Muhammadiyah, yang kuat di dalam pengelolaan mobilisasi, terus kami (BI) membantu untuk bagaimana mengembangkan keuangan syariah maupun juga keuangan sosial syariah,” ungkap Perry dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Perry juga menjelaskan bahwa dalam struktur keuangan terdapat dua spektrum utama, yaitu keuangan komersial dan keuangan sosial. Menurutnya, keduanya memiliki keterkaitan erat yang dapat dikembangkan bersama melalui dukungan kelembagaan dan jejaring strategis seperti Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut menegaskan bahwa kemitraan ini memiliki makna yang melampaui batas kelompok tertentu. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi bangsa harus dijalankan dengan semangat kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Semangat untuk bekerja sama itu harus menjadi kekuatan kolektif bangsa kita termasuk dalam pengenmangan ekonomi,” ucap Haedar.
Haedar juga menyinggung sejarah panjang Muhammadiyah yang sejak awal berdiri sudah memiliki basis ekonomi yang kuat berkat peran para saudagar muslim. Menurutnya, warisan ekonomi tersebut menjadi dasar yang terus diperkuat dalam setiap upaya pengembangan ekonomi syariah di tubuh persyarikatan.
Kerja sama ini bukan kali pertama dijalin oleh kedua institusi. Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menggarisbawahi bahwa hubungan sinergis dengan Muhammadiyah telah terjalin dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini perlu ditingkatkan guna memperluas dampaknya bagi ekonomi syariah di Indonesia.
“Keuangan sosial itu Muhammadiyah, yang kuat di dalam pengelolaan mobilisasi, terus kami (BI) membantu untuk bagaimana mengembangkan keuangan syariah maupun juga keuangan sosial syariah,” ungkap Perry dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Perry juga menjelaskan bahwa dalam struktur keuangan terdapat dua spektrum utama, yaitu keuangan komersial dan keuangan sosial. Menurutnya, keduanya memiliki keterkaitan erat yang dapat dikembangkan bersama melalui dukungan kelembagaan dan jejaring strategis seperti Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut menegaskan bahwa kemitraan ini memiliki makna yang melampaui batas kelompok tertentu. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi bangsa harus dijalankan dengan semangat kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Semangat untuk bekerja sama itu harus menjadi kekuatan kolektif bangsa kita termasuk dalam pengenmangan ekonomi,” ucap Haedar.
Haedar juga menyinggung sejarah panjang Muhammadiyah yang sejak awal berdiri sudah memiliki basis ekonomi yang kuat berkat peran para saudagar muslim. Menurutnya, warisan ekonomi tersebut menjadi dasar yang terus diperkuat dalam setiap upaya pengembangan ekonomi syariah di tubuh persyarikatan.