Rrefleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (11): Bangun Fasilitas Olahraga dan Karakter Sejak Dini, Kunci Lahirkan Generasi Juara
Dwi sasongko
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 09:19 WIB
Rrefleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (11): Bangun Fasilitas Olahraga dan Karakter Sejak Dini, Kunci Lahirkan Generasi Juara
LANGIT7.ID - Indonesia memiliki kekayaan budaya, etnis, dan semangat kebersamaan yang seharusnya mampu melahirkan banyak atlet berkelas dunia. Namun potensi besar ini belum diolah menjadi kekuatan nyata karena minimnya fasilitas, pembinaan sejak dini, dan komitmen berkelanjutan dari berbagai pihak. Akibatnya, cita-cita melahirkan generasi juara kerap hanya berhenti sebagai slogan.
Pengamat olahraga nasional Anton Sanjoyo menilai keberagaman bangsa ini adalah modal sosial yang luar biasa untuk membangun karakter dan sportivitas, namun tidak pernah benar-benar diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret. “Kalau mau melahirkan generasi juara, kita harus mulai dari fondasi. Jangan langsung berbicara target medali tanpa membangun dasarnya,” kata Anton kepada Langit7.id.
Anton menyoroti rendahnya alokasi anggaran olahraga yang tidak pernah mencapai 1 persen dari APBN, serta berkurangnya jam pelajaran olahraga di sekolah negeri. Ia juga menyoroti semakin minimnya ruang terbuka dan fasilitas publik yang bisa diakses anak-anak untuk berolahraga. “Di kota besar, lapangan hijau semakin menurun, digantikan bangunan komersial. Anak-anak mau lari saja tidak punya tempat,” ujarnya.
Baca juga: Refleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (10): Dengan Olahraga, Akan Menumbuhkan Sportifitas, Toleransi dan Generasi Champion
Menurut Anton, pembentukan karakter juara harus dimulai dari keluarga. Nilai kedisiplinan, sopan santun, dan kepatuhan terhadap aturan harus diajarkan sejak dini. “Kalau keluarga tidak membentuk anaknya, yang membentuk adalah jalanan. Itu berbahaya,” tegasnya.
Kebiasaan kecil seperti mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kebersihan, dan saling menghormati adalah latihan mental yang akan terbawa hingga ke dunia olahraga. Menurutnya, mental juara itu dibentuk dari rutinitas kecil, bukan hanya saat bertanding,” tambahnya.
Pengamat olahraga nasional Anton Sanjoyo menilai keberagaman bangsa ini adalah modal sosial yang luar biasa untuk membangun karakter dan sportivitas, namun tidak pernah benar-benar diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret. “Kalau mau melahirkan generasi juara, kita harus mulai dari fondasi. Jangan langsung berbicara target medali tanpa membangun dasarnya,” kata Anton kepada Langit7.id.
Anton menyoroti rendahnya alokasi anggaran olahraga yang tidak pernah mencapai 1 persen dari APBN, serta berkurangnya jam pelajaran olahraga di sekolah negeri. Ia juga menyoroti semakin minimnya ruang terbuka dan fasilitas publik yang bisa diakses anak-anak untuk berolahraga. “Di kota besar, lapangan hijau semakin menurun, digantikan bangunan komersial. Anak-anak mau lari saja tidak punya tempat,” ujarnya.
Baca juga: Refleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (10): Dengan Olahraga, Akan Menumbuhkan Sportifitas, Toleransi dan Generasi Champion
Menurut Anton, pembentukan karakter juara harus dimulai dari keluarga. Nilai kedisiplinan, sopan santun, dan kepatuhan terhadap aturan harus diajarkan sejak dini. “Kalau keluarga tidak membentuk anaknya, yang membentuk adalah jalanan. Itu berbahaya,” tegasnya.
Kebiasaan kecil seperti mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kebersihan, dan saling menghormati adalah latihan mental yang akan terbawa hingga ke dunia olahraga. Menurutnya, mental juara itu dibentuk dari rutinitas kecil, bukan hanya saat bertanding,” tambahnya.