home masjid

Misteri Roh: Tafsir Quraish Shihab atas Rahasia Kehidupan

Ahad, 17 Agustus 2025 - 05:59 WIB
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Malam di Madinah. Nabi Muhammad baru saja menerima pertanyaan yang sulit dijawab. Segelintir orang, sebagian tafsir menyebut mereka utusan kaum Yahudi, sebagian lain menuding Quraisy, datang membawa sebuah ujian. Mereka ingin menjebak Nabi dengan pertanyaan yang mereka yakini tak seorang pun bisa menjawabnya: “Apa itu roh?”

Jawaban wahyu turun tak lama kemudian, ringkas tapi tegas: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ‘Roh adalah urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan melainkan sedikit.’” (QS Al-Isra [17]: 85).

Sejak itu, roh menjadi teka-teki yang terus menghantui umat Islam. Tafsir demi tafsir lahir, namun batas pengetahuan tetap kabur. Dalam Wawasan Al-Qur’an(Mizan, 1996), Prof Dr M Quraish Shihab mencoba mengurai keruwetan itu dengan pendekatan tafsir maudhu’i—menelusuri seluruh ayat Al-Qur’an yang menyinggung roh, menghubungkannya, lalu memetakan kemungkinan maknanya.

“Persoalan roh adalah wilayah gaib yang tak bisa ditembus,” tulis Quraish Shihab. Ia menambahkan, manusia hanya diberi serpihan pengetahuan, bukan hakikat yang utuh.

Baca juga: Manusia di Persimpangan Potensi: Jalan Rohani atau Jalan Hewani

Kata roh terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 24 kali. Namun, makna yang menyertainya tidak tunggal. Dalam surat Al-Qadr, misalnya, roh disebut bersama malaikat yang turun di malam Lailatul Qadar. Sebagian mufasir menafsirkannya sebagai malaikat Jibril, sebagian lagi memahaminya sebagai entitas suci lain yang menyertai wahyu.

Dalam ayat lain, roh justru dipahami sebagai wahyu itu sendiri. QS Al-Mu’min [40]: 15 menyebut Allah menganugerahkan roh kepada manusia pilihan-Nya. Di sini, Quraish Shihab mencatat, sejumlah ulama menafsirkannya sebagai petunjuk ilahi yang diturunkan lewat Jibril.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya