Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 23 Mei 2026
home masjid detail berita

Misteri Roh: Tafsir Quraish Shihab atas Rahasia Kehidupan

miftah yusufpati Ahad, 17 Agustus 2025 - 05:59 WIB
Misteri Roh: Tafsir Quraish Shihab atas Rahasia Kehidupan
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Malam di Madinah. Nabi Muhammad baru saja menerima pertanyaan yang sulit dijawab. Segelintir orang, sebagian tafsir menyebut mereka utusan kaum Yahudi, sebagian lain menuding Quraisy, datang membawa sebuah ujian. Mereka ingin menjebak Nabi dengan pertanyaan yang mereka yakini tak seorang pun bisa menjawabnya: “Apa itu roh?”

Jawaban wahyu turun tak lama kemudian, ringkas tapi tegas: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, ‘Roh adalah urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan melainkan sedikit.’” (QS Al-Isra [17]: 85).

Sejak itu, roh menjadi teka-teki yang terus menghantui umat Islam. Tafsir demi tafsir lahir, namun batas pengetahuan tetap kabur. Dalam Wawasan Al-Qur’an (Mizan, 1996), Prof Dr M Quraish Shihab mencoba mengurai keruwetan itu dengan pendekatan tafsir maudhu’i—menelusuri seluruh ayat Al-Qur’an yang menyinggung roh, menghubungkannya, lalu memetakan kemungkinan maknanya.

“Persoalan roh adalah wilayah gaib yang tak bisa ditembus,” tulis Quraish Shihab. Ia menambahkan, manusia hanya diberi serpihan pengetahuan, bukan hakikat yang utuh.

Baca juga: Manusia di Persimpangan Potensi: Jalan Rohani atau Jalan Hewani

Kata roh terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 24 kali. Namun, makna yang menyertainya tidak tunggal. Dalam surat Al-Qadr, misalnya, roh disebut bersama malaikat yang turun di malam Lailatul Qadar. Sebagian mufasir menafsirkannya sebagai malaikat Jibril, sebagian lagi memahaminya sebagai entitas suci lain yang menyertai wahyu.

Dalam ayat lain, roh justru dipahami sebagai wahyu itu sendiri. QS Al-Mu’min [40]: 15 menyebut Allah menganugerahkan roh kepada manusia pilihan-Nya. Di sini, Quraish Shihab mencatat, sejumlah ulama menafsirkannya sebagai petunjuk ilahi yang diturunkan lewat Jibril.

Sementara itu, QS Al-Mujadilah [58]: 22 berbicara tentang roh yang diberikan kepada orang-orang beriman. Ia dipahami sebagai kekuatan batin—sejenis energi spiritual yang meneguhkan hati. Roh, dengan begitu, tak selalu identik dengan nyawa, melainkan juga daya dukung batiniah.

Puncaknya, dalam QS Al-Mu’minun, roh disebut sebagai hembusan yang menjadikan manusia khalq akhar—makhluk unik yang berbeda dari makhluk lain. “Kalau sekadar nyawa, orang utan pun memilikinya,” tulis Quraish. Dengan demikian, roh bukan sekadar vitalitas biologis, melainkan dimensi eksistensial yang membuat manusia istimewa.

Baca juga: 2 Jiwa Manusia: Hewani dan Rohani, Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Kesulitan memahami roh tak berhenti di Al-Qur’an. Dalam hadis, Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda: “Roh-roh itu bagaikan pasukan yang terorganisasi. Yang saling mengenal akan bergabung, yang tak saling mengenal akan berselisih.”

Hadis itu tidak menguraikan substansi roh. Ia hanya menyinggung perilakunya: roh punya kecenderungan, daya tarik dan daya tolak. Mirip burung-burung yang terbang bersama kelompoknya, manusia pun cenderung berkumpul dengan mereka yang serasi secara batin.

Ungkapan ini, menurut Quraish Shihab, lebih banyak berbicara tentang keanekaragaman jiwa manusia. Roh dipahami sebagai wadah kecenderungan, bukan substansi yang bisa diukur atau diformulasikan.

Namun, di luar tafsir dan hadis, manusia tak pernah berhenti berusaha menyingkap misteri roh. Filsafat Yunani, tasawuf Islam, hingga ilmu kedokteran modern, semuanya pernah mencoba menguliti pertanyaan serupa. Apakah roh itu jiwa? Energi? Atau sekadar metafora spiritual?

Quraish Shihab tidak menutup mata terhadap perdebatan ini. Ia menegaskan, Al-Qur’an memang berbicara tentang roh dalam banyak makna. Tapi semua makna itu pada akhirnya berhenti pada satu batas: hakikat roh adalah rahasia Tuhan.

“Tidak jelas apa yang dimaksud dengan pertanyaan tentang roh itu,” tulisnya. Apakah substansinya? Kekekalan atau kefanaannya? Kebahagiaan atau kesengsaraannya? Tidak ada jawaban pasti. Bahkan kalimat “ilmu kamu sedikit” pun menimbulkan tafsir ganda: apakah sedikit itu merujuk pada pengetahuan tentang roh, ataukah seluruh ilmu manusia memang terbatas?

Keterbatasan itu, kata Quraish, justru menegaskan perbedaan mendasar antara manusia dan Tuhan. Sebanyak apa pun pencapaian sains, sekuat apa pun logika filsafat, ada wilayah yang tetap tersembunyi.

Baca juga: Kemerdekaan Menurut Islam: Antara Tauhid, Kedaulatan, dan Martabat Manusia
Di ruang-ruang akademik, tafsir Quraish Shihab ini sering dijadikan rujukan ketika diskusi soal roh mencuat. Ulama lain, seperti Fakhruddin al-Razi, juga mengakui kebuntuan serupa. Dalam *Mafatih al-Ghaib*, Razi menuliskan berlembar-lembar tafsir soal roh, namun menutupnya dengan pengakuan: *“Hakikat roh adalah rahasia Allah.”*

Kesimpulan serupa muncul dalam tafsir al-Qurthubi. Ulama Andalusia itu menegaskan, roh memang disebut berulang-ulang dalam Al-Qur’an, tetapi ia tak pernah dipaparkan secara substansial. Ia hanya hadir sebagai tanda: petunjuk, penguat, atau nyawa kehidupan.

Dengan demikian, pernyataan Quraish Shihab tak berdiri sendiri. Ia berdiri dalam tradisi panjang para mufasir yang menyadari keterbatasan manusia.

Sampai hari ini, sains modern pun tak sanggup melampaui batas itu. Ilmu kedokteran hanya bisa menguraikan fungsi otak, denyut jantung, atau aliran darah. Tapi kapan tepatnya roh masuk ke dalam janin? Bagaimana roh meninggalkan tubuh saat kematian? Itu semua tetap misteri.

Di ruang-ruang diskusi publik, tafsir Quraish Shihab sering menjadi penyejuk. Ia tidak memaksa jawaban, tapi menuntun orang pada kesadaran batas. Bahwa ada hal-hal yang memang bukan wilayah manusia.

Baca juga: Aql dalam Al-Qur’an: Pengikat Tak Kasatmata Manusia

Pada akhirnya, tafsir ini seperti menutup lingkaran pertanyaan yang dibuka 14 abad lalu. Setelah segala uraian panjang, tafsir maudhu’i Quraish Shihab berakhir pada pengakuan yang sama dengan ayat pertama:

“Katakanlah, roh adalah urusan Tuhanku. Dan kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit.”*

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 23 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)