Jannik Sinner Mudah Tumbangkan Atmane, di Final Cincinnati Bakal Duel Sengit Dengan Alcaraz Yang Haus Gelar
Sururi al faruq
Ahad, 17 Agustus 2025 - 08:10 WIB
Jannik Sinner Mudah Tumbangkan Atmane, di Final Cincinnati Bakal Duel Sengit Dengan Alcaraz Yang Haus Gelar
LANGIT7.ID-Cincinnati; Petenis no 1 dunia, Jannik Sinner menghentikan langkah impian petenis peringkat 136 dunia Terence Atmane yang terkenal sangat ulet dan fighter pada Sabtu di Cincinnati Open, meski sempat menghadapi ujian ketat di set pertama dari petenis kidal asal Prancis itu.
Kemenangan ini tidak berarti bikin Sinner langsung pesta. Nanti dulu. Sebab, Sinner ditunggu duel oleh rivalitasnya terkuat Carlos Alcaraz di final yang sudah pasti bakal seru. Carlos menantang Sinner setelah di semifinal sukses menumbangkan petenis peringkat 3 dunia, Alexander Zverev 6-4, 6-3.( baca persaingan Sinner vs Alcaraz di bagian bawah).
Kemenangan Sinner di semifinal menjadi hadiah ulang tahunnya ke-24. Sang juara bertahan, Sinner menampilkan permainan solid untuk menang 7-6(4), 6-2 dan melangkah ke final ATP Masters 1000 kedelapannya. Dalam kemenangan 86 menit tanpa menghadapi satu pun break point, petenis nomor satu PIF ATP Rankings ini meraih kemenangan ke-200 di level tur pada lapangan keras sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun di permukaan tersebut menjadi 26 laga.
Menuju final level tur ke-28, Sinner kini menantang rival sengit Carlos Alcaraz. Pemain Italia ini masih tertinggal dari Alcaraz di PIF ATP Live Race To Turin, dengan keduanya bersaing ketat memperebutkan gelar ATP Year-End No. 1 yang disponsori PIF. Sinner akan berusaha mempertahankan gelar Cincinnati-nya dan mengejar selisih lebih dari 1.000 poin yang dimiliki Alcaraz.
Kini sebagai finalis Cincinnati untuk kedua kalinya dan favorit penonton di Ohio, Sinner diserukan lagu 'Happy Birthday' oleh penonton usai pertandingan.
"Ini tantangan yang sangat, sangat sulit," ujar Sinner. "Setiap kali menghadapi sesuatu yang baru, itu selalu sulit, tapi melawan pemain seperti ini di babak lanjutan turnamen lebih berat lagi. Tekanannya lebih tinggi dan Anda tahu mereka pantas berada di sana... Dia telah mengalahkan banyak pemain hebat sepanjang kemenangannya."
"Saya tahu harus ekstra hati-hati, dan pola pikir saya sudah tepat. Saya merasa menangani situasi di lapangan dengan baik. Servisnya sangat bagus di set pertama. Dia punya potensi yang sangat besar, dan itu sudah terlihat di turnamen ini."
Kemenangan ini tidak berarti bikin Sinner langsung pesta. Nanti dulu. Sebab, Sinner ditunggu duel oleh rivalitasnya terkuat Carlos Alcaraz di final yang sudah pasti bakal seru. Carlos menantang Sinner setelah di semifinal sukses menumbangkan petenis peringkat 3 dunia, Alexander Zverev 6-4, 6-3.( baca persaingan Sinner vs Alcaraz di bagian bawah).
Kemenangan Sinner di semifinal menjadi hadiah ulang tahunnya ke-24. Sang juara bertahan, Sinner menampilkan permainan solid untuk menang 7-6(4), 6-2 dan melangkah ke final ATP Masters 1000 kedelapannya. Dalam kemenangan 86 menit tanpa menghadapi satu pun break point, petenis nomor satu PIF ATP Rankings ini meraih kemenangan ke-200 di level tur pada lapangan keras sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun di permukaan tersebut menjadi 26 laga.
Menuju final level tur ke-28, Sinner kini menantang rival sengit Carlos Alcaraz. Pemain Italia ini masih tertinggal dari Alcaraz di PIF ATP Live Race To Turin, dengan keduanya bersaing ketat memperebutkan gelar ATP Year-End No. 1 yang disponsori PIF. Sinner akan berusaha mempertahankan gelar Cincinnati-nya dan mengejar selisih lebih dari 1.000 poin yang dimiliki Alcaraz.
Kini sebagai finalis Cincinnati untuk kedua kalinya dan favorit penonton di Ohio, Sinner diserukan lagu 'Happy Birthday' oleh penonton usai pertandingan.
"Ini tantangan yang sangat, sangat sulit," ujar Sinner. "Setiap kali menghadapi sesuatu yang baru, itu selalu sulit, tapi melawan pemain seperti ini di babak lanjutan turnamen lebih berat lagi. Tekanannya lebih tinggi dan Anda tahu mereka pantas berada di sana... Dia telah mengalahkan banyak pemain hebat sepanjang kemenangannya."
"Saya tahu harus ekstra hati-hati, dan pola pikir saya sudah tepat. Saya merasa menangani situasi di lapangan dengan baik. Servisnya sangat bagus di set pertama. Dia punya potensi yang sangat besar, dan itu sudah terlihat di turnamen ini."