Kementerian Kebudayaan Gelar Wayang Kulit GEMPITA HUT RI ke-80, Hidupkan Semangat Budaya Nusantara
Tim langit 7
Senin, 18 Agustus 2025 - 09:26 WIB
Kementerian Kebudayaan Gelar Wayang Kulit GEMPITA HUT RI ke-80, Hidupkan Semangat Budaya Nusantara
LANGIT7.ID-Jakarta;Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Pergelaran Wayang di halaman kompleks Kementerian Kebudayaan sebagai penutup rangkaian acara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bertajukGEMPITA(Gema Pelindungan Budaya Nusantara). Pertunjukan wayang kulit yang digelar semalam penuh ini menampilkan Dalang Ki Bagong Darmono dengan lakonBima Kridha.
LakonBima Kridhamenceritakan kepahlawanan Pandawa Lima yang dipimpin Bima sebagai sosok penegak kebenaran dan pembela negara. Dalam kisahnya, doa restu Dewi Kunti, ibunda para Pandawa, menjadi sumber kekuatan moral sekaligus bekal spiritual bagi putra-putranya dalam menegakkan dharma dan menghadapi tantangan kehidupan.
Ki Bagong Darmono, adalah adik dari maestro dalang wayang kulit, Ki Anom Suroto. Ia merupakan dalang profesional asal Klaten, Jawa Tengah, penerus gaya wayangan sang kakak. Pagelaran ini diiringi oleh enam orang sinden beserta para pengrawit, dan menghadirkan Dagelan Gareng Semarang sebagai bintang tamu.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menghadiri pergelaran wayang setelah sebelumnya mengikuti Karnaval Kemerdekaan bersama kementerian/lembaga lainnya. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa sebagai mahakarya budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia sebagai Intangible Cultural Heritage atau warisan budaya takbenda, Wayang bukan sekadar tontonan seni pertunjukan yang indah, melainkan juga tuntunan bagi kehidupan manusia.
“Di dalam setiap lakon yang dipentaskan, tersimpan nilai-nilai luhur tentang kebenaran, keberanian, kejujuran, dan pengabdian kepada sesama. Melalui seni wayang, kita tidak hanya menikmati keindahan estetika, tetapi juga diajak untuk merenungi nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, ” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/8/2025).
Ia berharap melalui pergelaran wayang, ekosistem wayang semakin tumbuh terutama di kalangan generasi muda. “Kita berharap melalui pergelaran-pergelaran, ekosistem wayang kita semakin tumbuh, terutama bagi generasi muda dapat mencintai, mengapresiasi kembali wayang sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan, Restu Gunawan, pada pembukaan acara, bahwa Kementerian Kebudayaan siap mewadahi komunitas, karena diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas untuk memajukan kebudayaan.
LakonBima Kridhamenceritakan kepahlawanan Pandawa Lima yang dipimpin Bima sebagai sosok penegak kebenaran dan pembela negara. Dalam kisahnya, doa restu Dewi Kunti, ibunda para Pandawa, menjadi sumber kekuatan moral sekaligus bekal spiritual bagi putra-putranya dalam menegakkan dharma dan menghadapi tantangan kehidupan.
Ki Bagong Darmono, adalah adik dari maestro dalang wayang kulit, Ki Anom Suroto. Ia merupakan dalang profesional asal Klaten, Jawa Tengah, penerus gaya wayangan sang kakak. Pagelaran ini diiringi oleh enam orang sinden beserta para pengrawit, dan menghadirkan Dagelan Gareng Semarang sebagai bintang tamu.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menghadiri pergelaran wayang setelah sebelumnya mengikuti Karnaval Kemerdekaan bersama kementerian/lembaga lainnya. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa sebagai mahakarya budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia sebagai Intangible Cultural Heritage atau warisan budaya takbenda, Wayang bukan sekadar tontonan seni pertunjukan yang indah, melainkan juga tuntunan bagi kehidupan manusia.
“Di dalam setiap lakon yang dipentaskan, tersimpan nilai-nilai luhur tentang kebenaran, keberanian, kejujuran, dan pengabdian kepada sesama. Melalui seni wayang, kita tidak hanya menikmati keindahan estetika, tetapi juga diajak untuk merenungi nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, ” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/8/2025).
Ia berharap melalui pergelaran wayang, ekosistem wayang semakin tumbuh terutama di kalangan generasi muda. “Kita berharap melalui pergelaran-pergelaran, ekosistem wayang kita semakin tumbuh, terutama bagi generasi muda dapat mencintai, mengapresiasi kembali wayang sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan, Restu Gunawan, pada pembukaan acara, bahwa Kementerian Kebudayaan siap mewadahi komunitas, karena diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas untuk memajukan kebudayaan.