home masjid

Gelombang yang Tak Pernah Padam: Sufisme dan Tantangan Zaman

Senin, 25 Agustus 2025 - 15:07 WIB
Perkembangan alamiah kepekaan sosial dalam pengelompokan, menghalangi aspirasi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Pada suatu majelis kecil di Persia abad ke-11, Abu Hamid al-Ghazali mengingatkan murid-muridnya: “Jalan menuju kebenaran tak boleh dibekukan oleh huruf.” Pesan itu menggema hingga hari ini, ketika dunia modern berusaha menyalin ajaran-ajaran Sufi dalam bentuk buku, jurnal, dan kanal YouTube. Tetapi, bagi para guru Sufi, kata-kata hanya percikan di permukaan laut. Ombak pemahaman harus terus bergerak.

“Sesungguhnya sesuatu yang begitu disebarkan pada wilayah Waktu akan jatuh korban untuk memorak-porandakan Waktu,” tulis Idries Shah dalam Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma’rifat (Risalah Gusti, 1999). Bagi mereka, pesan yang dimuseumkan kehilangan denyut hidupnya. Itulah mengapa ajaran Sufi selalu diperbarui, seperti gelombang laut yang tak pernah berhenti.

Baca juga: Jalan Sufi: Perjalanan Terpanjang, Bukan tentang Jarak

Antara Teks, Ceramah, dan Waktu

Sejak awal, Sufisme membedakan ajaran untuk khalayak umum dengan nasihat bagi kalangan terbatas. Tulisan dan ceramah hanyalah alat sementara, bukan tujuan. Menurut Annemarie Schimmel dalam Mystical Dimensions of Islam (University of North Carolina Press, 1975), teks-teks Sufi memiliki fungsi pedagogis yang kontekstual: mereka diarahkan untuk menjawab kebutuhan spiritual pada masa dan ruang tertentu.

“Murid-murid Sufi mungkin berani, mungkin pula tidak, untuk membiasakan diri mereka dengan Sufisme klasik,” tulis Idries Shah. Sebab, kurikulum Sufi tidak pernah seragam. Setiap lingkaran—halqah—disesuaikan dengan kesiapan murid, bahkan kadang hanya berupa potongan tulisan, doa, dan praktik ritual yang relevan.

Pendekatan ini membuat Sufisme tetap lentur. Ia menghindari fosilisasi seperti yang menimpa tradisionalisme formal. Idries Shah menegaskan, pengulangan materi tanpa pembaruan adalah tanda kematian rohani. “Organisasi semacam itu telah menggabungkan-dunia,” tulisnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya