Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home masjid detail berita

Jalan Sufi: Perjalanan Terpanjang, Bukan tentang Jarak

miftah yusufpati Senin, 25 Agustus 2025 - 05:15 WIB
Jalan Sufi: Perjalanan Terpanjang, Bukan tentang Jarak
Perjalanan terpanjang, ternyata, bukan tentang jarak. Ia tentang kedalaman. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Tiga sosok bersorban muncul dari balik bukit pasir. Langkah mereka lambat, pakaian berdebu, wajah tak menampakkan kemenangan—hanya ketenangan yang dalam. Mereka baru saja kembali dari pengembaraan yang disebut Perjalanan Terpanjang. Orang-orang berkerumun, haus jawaban.

“Apa yang membuat kalian mampu menempuh perjalanan itu? Bagaimana kalian bertahan dari kesulitan, mengalahkan rasa lapar, dan akhirnya kembali dengan selamat?” tanya seseorang di antara kerumunan.

Darwis pertama menatap sekeliling, lalu berujar tenang: “Kucing dan tikus.” Kerumunan terkejut. Ia menambahkan, “Mengamati keduanya di dunia yang umum mengajari aku pentingnya keseimbangan antara kesunyian dan kegiatan.”

Darwis kedua melangkah maju. “Makanan,” katanya, singkat. Sebagian orang terkekeh, tapi ia melanjutkan, “Karena ia membuatku mampu bertahan dan memahami.”

Yang ketiga bersuara lirih, seakan menahan napas panjang. “Latihan,” ucapnya. “Karena ia mengajari aku untuk aktif dan bersatu.”

Baca juga: Jejak Tarekat Suhrawardi: Dari Keheningan Sufi ke Tren Meditasi Korporasi

Tiga jawaban sederhana, tapi justru di situlah teka-teki bermula. Orang-orang yang bebal mencoba menirunya secara harfiah. Mereka memelihara kucing, memerangkap tikus, menahan lapar berhari-hari, dan mengulang gerakan tubuh. Namun tak satu pun yang berhasil. Idries Shah dalam Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma’rifat menulis, “Setidaknya mereka menempatkan diri mereka, dalam kenyataan jika bukan dalam penampilan, di luar jalan kaum darwis.”

Sebagian pendengar yang merasa lebih cerdas berkata, “Kami tak akan ngotot meniru. Kami akan menggabungkan ketiganya.” Mereka mencoba menata hidup dengan prinsip keseimbangan, pola makan, dan rutinitas latihan. Tetapi upaya itu pun gagal. Mereka meninggalkan darwis dengan tenang, yakin telah menemukan intisari ajaran—padahal baru menggenggam kulitnya.

Darwis-darwis itu hanya tersenyum. Kepada yang masih bertahan, mereka berbisik: “Sekarang kami akan tunjukkan bagaimana menggabungkan dengan benar rahasia-rahasia dan hal-hal umum dalam hidup agar kau mampu menempuh Perjalanan Terpanjang.”

Apa yang mereka maksud? Sebuah petunjuk samar terucap: “Dalam hal ini, tarekat telah terwujud. Dalam hal ini pula, orang luar dan dalam tetap bertindak.”

Tidak ada mantra. Tidak ada bendera. Hanya pesan terselubung: jalan para darwis tidak berada dalam simbol, melainkan dalam pemahaman. Seekor kucing, sebutir makanan, dan sebuah latihan bukan sekadar benda dan gerak, tetapi kiasan: keseimbangan, keberlangsungan, dan kesatuan.

Baca juga: Sufisme di Era Digital: Jalan Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Modernitas

“Orang bebal meniru bentuk. Orang setengah bebal menggabungkan tanpa paham. Hanya mereka yang tinggal dan sabar menemukan kunci yang sebenarnya,” tulis Shah. Kunci itu adalah harmoni antara lahir dan batin—antara tindakan sosial dan kesadaran sunyi.

Perjalanan terpanjang, ternyata, bukan tentang jarak. Ia tentang kedalaman. Tentang bagaimana manusia menemukan ruang diam di tengah bising, kekuatan di tengah lapar, dan makna di balik rutinitas. Sebuah tarekat bukan sekolah seragam, melainkan seni membaca rahasia di balik hal-hal yang paling biasa.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)