home masjid

Sunnatullah Peradaban: Hukum yang Tak Pernah Meleset

Selasa, 26 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Peradaban punya umur. Sunnatullah bekerja tanpa pandang bulu: ketika nilai roboh, ajal sosial mendekat. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di setiap sudut bumi, masyarakat tumbuh dengan corak, cara pandang, dan sistem nilai yang unik. Perbedaan itu bukan kebetulan. Dalam Al-Qur’an, hal ini ditegaskan dalam Surat Al-An’am ayat 108: “Demikianlah, Kami jadikan indah (di mata) setiap masyarakat perbuatan mereka.”

Ayat itu seolah menegaskan bahwa apa yang diyakini sebuah komunitas, pada akhirnya membentuk sikap dan perilaku kolektif. Pandangan hidup menjadi pondasi watak masyarakat. Ketika cara pandang hanya sebatas “kini dan di sini”, maka ambisi pun berhenti di batas duniawi. Tidak ada visi melampaui rutinitas.

“Kalau nilai hidup hanya untuk sekarang, ujungnya jenuh dan stagnasi,” tulis Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an (Mizan, 1996). Ia mengutip Surat Al-Isra’ ayat 18: “Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki… kemudian Kami tentukan baginya neraka Jahannam.”

Artinya jelas: masyarakat yang menutup pandangan hanya pada materi akan cepat puas, lalu runtuh.

'

Baca juga: Jalan Bertahap Menuju Masyarakat Islam: Menelusuri Fikih Transformasi Sosial ala Qardhawi

Sejarah Bersama, Tanggung Jawab Bersama
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya