home sports

Simon Tahamata: Jangan Abaikan Pemain Muda Indonesia Demi Naturalisasi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 12:31 WIB
Simon Tahamata: Jangan Abaikan Pemain Muda Indonesia Demi Naturalisasi
LANGIT7.ID-Jakarta;Legenda sepak bola Ajax Amsterdam, Simon Tahamata, yang kini menjabat sebagai Head of Scouting Timnas Indonesia kembali mengingatkan pentingnya arah pembangunan sepak bola nasional. Ia menilai, langkah PSSI yang gencar melakukan naturalisasi pemain harus diimbangi dengan keseriusan dalam mengembangkan bakat lokal yang sesungguhnya melimpah.

Menurut Simon, Indonesia adalah negara besar dengan segudang talenta sepak bola. Namun, potensi itu kerap terpinggirkan karena federasi terlalu mudah mengandalkan pemain keturunan ataupun naturalisasi dari luar negeri. “Indonesia itu negara besar, punya banyak bakat. Tapi bakat itu harus dibina, bukan diabaikan,” tegasnya di Jakarta, dikutip Rabu (27/8/2025).

Simon mengaku prihatin lantaran kondisi ini membuat banyak pemain muda merasa tidak memiliki ruang bersaing di level tertinggi. “Anak-anak di sini jadi berpikir, ‘kapan saya bisa dapat kesempatan?’ karena lihat pemain dari luar terus yang dipanggil,” ucapnya.

Kritik Sistem Pelatihan di Tanah Air

Dalam pandangannya, salah satu akar masalah ada pada sistem pembinaan yang belum menyentuh akar rumput secara serius. Simon membandingkan dengan pengalaman masa kecilnya di Belanda, di mana proses pelatihan usia dini sudah dimulai sejak anak berusia 7–8 tahun. “Di Belanda, anak usia 7-8 tahun sudah mulai dilatih secara serius. Di sini anak-anak baru mulai usia 12 atau 14 tahun. Itu terlambat!” katanya.

Ia juga menyoroti lemahnya standar pendidikan bagi para pelatih. Bagi Simon, kualitas pembinaan akan sulit meningkat jika orang-orang yang mengajar tidak dibekali ilmu yang memadai. “Kalau pelatihnya enggak punya ilmu, bagaimana bisa lahir pemain hebat? Di Belanda, semua pelatih harus sekolah. Bukan sekadar pengalaman,” tegasnya.

Harapan untuk Strategi Seimbang PSSI
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya