home wirausaha syariah

Era Transformasi Digital, Saatnya Ummat Islam Fokus Berbisnis

Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:15 WIB
Ustadz sekaligus pengusaha, Abu Sauqi. Foto: Langit7/ Attar
Saat ini, setidaknya 90 persen kekayaan atau pun uang dikuasai oleh 10 persen orang. Ini merupakan fenomena tragis, yang disebabkan kurangnya pebisnis dari kaum muslim.

Da’i, dan pengusaha Muslim, sekaligus penggagas rumah zakat, Ustadz Abu Syauqi mengatakan, rezeki bisa didapatkan dari 10 pintu yang telah disebutkan Islam. Sembilan pintu rezeki dari kegiatan berdagang, dan satunya lagi diperoleh dari bekerja dengan tangan.

“Oleh karena itu, ada yang ditinggalkan dari kebiasaan orang tua dulu, termasuk di zaman Rasulullah SAW, yaitu berbisnis atau pun berdagang. Padahal kita sekarang ini memerlukan ketahanan rupiah atau pun membangun bisnis,” ujarnya secara daring di Kajian Majelis Tadabbur Interaktif, Selasa (5/10).

Baca juga: Pinjaman Online Terbaik untuk Ummat, Prosesnya di Sepertiga Malam

Sebab, lanjut dia, jika mulai bermusuhan dengan bisnis, akibatnya kaum muslimin jatuh dalam keterpurukan di bidang ekonomi dan menjadi bergantung pada orang lain. Untuk itu, sudah seharusnya bagi kaum muslim untuk memiliki kesalehan dan kekayaan yang baik pula.

“Jadi jangan sampai orang soleh itu miskin, dan orang kaya itu jauh dari agama. Ini perilaku yang sangat bertentangan,” ujarnya.

Menurutnya, di era transformasi digital ini, berbisnis lebih diperlukan daripada di masa lalu. Sebab, angka pengangguran saat ini pun didapati dari mereka yang merupakan lulusan perguruan tinggi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muslim transformasi transformasi digital era digital berbisnis
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya