Langit7, Jakarta - Saat ini, setidaknya 90 persen kekayaan atau pun uang dikuasai oleh 10 persen orang. Ini merupakan fenomena tragis, yang disebabkan kurangnya pebisnis dari kaum muslim.
Da’i, dan pengusaha Muslim, sekaligus penggagas rumah zakat, Ustadz Abu Syauqi mengatakan, rezeki bisa didapatkan dari 10 pintu yang telah disebutkan Islam. Sembilan pintu rezeki dari kegiatan berdagang, dan satunya lagi diperoleh dari bekerja dengan tangan.
“Oleh karena itu, ada yang ditinggalkan dari kebiasaan orang tua dulu, termasuk di zaman Rasulullah SAW, yaitu berbisnis atau pun berdagang. Padahal kita sekarang ini memerlukan ketahanan rupiah atau pun membangun bisnis,” ujarnya secara daring di Kajian Majelis Tadabbur Interaktif, Selasa (5/10).
Baca juga: Pinjaman Online Terbaik untuk Ummat, Prosesnya di Sepertiga MalamSebab, lanjut dia, jika mulai bermusuhan dengan bisnis, akibatnya kaum muslimin jatuh dalam keterpurukan di bidang ekonomi dan menjadi bergantung pada orang lain. Untuk itu, sudah seharusnya bagi kaum muslim untuk memiliki kesalehan dan kekayaan yang baik pula.
“Jadi jangan sampai orang soleh itu miskin, dan orang kaya itu jauh dari agama. Ini perilaku yang sangat bertentangan,” ujarnya.
Menurutnya, di era transformasi digital ini, berbisnis lebih diperlukan daripada di masa lalu. Sebab, angka pengangguran saat ini pun didapati dari mereka yang merupakan lulusan perguruan tinggi.
“Hal ini disebabkan oleh sistem pendidikan secara umum di dunia yang di desain untuk mencetak kelas menengah. Tidak ada sistem pendidikan kita yang berusaha untuk mencetak para pengusaha,” ujarnya.
Baca juga: Kopi Dominasi Ekspor Komoditas PertanianIa menybetukan, di Indonesia saat ini setidaknya terdapat dua persen keluarga ultra kaya menguasai 50 persen kekayaan Indonesia. Sehingga, untuk bisa menaikkan taraf hidup atau pun menjaga ketahanan rupiah, bisnis menjadi sesuatu kepastian yang perlu dilakukan, khususnya oleh kaum muslim.
“Jadi saat ini bisnis bukan lagi soal uang, melainkan jihad di jalan Allah. Karena kalau tujuannya uang, dikhawatirkan kita menjadi kaum muslim yang masuk dalam kehinaan. Tapi kalau kita berbisnis untuk Islam dan kaum muslimin, InsyaAllah jadi kemuliaan,” tambahnya.
(zul)