Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Kopi Dominasi Ekspor Komoditas Pertanian

arif purniawan Senin, 04 Oktober 2021 - 22:00 WIB
Kopi Dominasi Ekspor Komoditas Pertanian
Ilustrasi kopi dominasi ekspor komoditas pertanian di Jawa Tengah (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Semarang - Ekspor komoditas kopi asal Jawa Tengah ke luar negeri selama pandemi Covid-19 tetap terjaga. Bahkan, komoditas ini lebih mendominasi dibandingkan komoditas lainnya seperti porang, beras organik, dan palawija.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Tri Susalarjo, saat menjadi narasumber dalam dialog bersama dengan Komisi B DPRD Jateng, akhir pekan lalu.

Terbukti dari tahun 2020 sampai dengan Agustus 2021 nilai ekspor pertanian di Jateng mencapai transaksi Rp8,3 triliun.

“Dari Komoditas ekspor itu sementara kopi masih teratas. Pasar luar negeri untuk kopi dari Indonesia banyak peminatnya. Ada pergeseran dari kualitas kopi. Kalau lima tahun lalu dominasi Sumatera dan Toraja, kini kopi dari Jateng seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara sudah diminati,” kata Tri Susalarjo.

Baca juga: Tumbuh 8,22 Persen, Ini Peran Penting Kopi dalam Perekonomian Nasional

Pada 2020 pasar Timur Tengah seperti Mesir, Sudan, Maroko, permintannya sangat tinggi. Pada bulan September lalu, 200 ton kopi dikirim ke Mesir.

“Sekarang sentra kopi menyebar di daerah lain, seperti Kudus, Pati, Rembang, Karanganyar. Hampir semua kabupaten ada kopinya, 29 kabupaten dari 35 kabupaten di Jateng,” ucapnya.

Luas lahan kopi di Jateng mencapai 45.779 hektare. Dengan lahan kopi arabika seluas 7.655 hektare dan kopi robusta seluas 38.123 hektare.

Produksi biji kopi robusta mendominasi sebanyak 70%, atau setara 23.279 ton per tahun dan sedangkan hasil produksi kopi arabika hanya 2.719 ton.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Ngainirichadl, pertanian yang kerap dipandang sebelah mata ternyata saat pandemi Covid-19 masih bisa memberikan pendapatan untuk Jateng.

“Dengan nilai ekspor capai triliunan rupiah, telah membuktikan pertanian di jateng masih menjadi unggulan,” kata Ngainirichadl.

Baca juga: Konsumsi Meningkat, Pemerintah Tingkatkan Produksi Kopi Nasional

Sejak 2019 sampai pertengahan 2021, ekspor pertanian dari Jateng sangat menggembirakan, terutama untuk hasil perkebunan seperti kopi, porang, palawija banyak diekspor ke China, Amerika Serikat, Timur Tengah, Korea dan Vietnam.

“Belum juga untuk beras organik, pasar di Arab Saudi sangat terbuka untuk menerimanya. Dari catatan ekspor di Arab Saudi hanya sekali. Saya mendorong supaya ekspor beras organik bisa ditingkatkan mengingat Arab butuh 10 ribu ton,” ujarnya.

Selain kopi dan beras organik, pengembangan tanaman porang perlu diintensifkan. Sekarang banyak negara seperti Kanada, Amerika Serikat, tertarik mengonsumsi beras porang.

Ini menjadi tantangan tersendiri mengingat ekspor porang dari Jateng cukup tinggi. Hanya saja permasalahannya pengembangan pengolahan porang di Indonesia hanya ada satu di Malang.

“Kita ekspor porang ke Jepang, oleh mereka diolah menjadi beras. Beras itu saat di Indonesia jadi mahal. Karena itu Presiden mendorong pengelolaan porang lebih diintensifkan,” kata politisi PPP ini.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)