Shaleha Fitriana Yusuf, Taekwondoin asal Sukoharjo Raih Emas di PON Papua
Arif purniawan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 14:25 WIB
Taekwondo Shaleha Fitriani Yusuf, berhasil mendapatkan medali emas PON XX Papua. Foto: Istimewa
Pundi-pundi medali emas Provinsi Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 semakin bertambah setelah atlet cabor taekwondo Shaleha Fitriani Yusuf, berhasil mendapatkan medali emas di kelas kyorugi under 62 kg.
Shaleha di partai final mampu mengalahkan Silviana, kontingen dari Provinsi Gorontalo, dengan skor telak 18-43 di Politeknik Penerbangan Jayapura, pada Senin (4/10) pukul 16.30 waktu setempat. Ini merupakan prestasi terbaiknya selama di PON, karena pada PON Jawa Barat pada 2016 lalu hanya mampu membawa pulang medali perak, pada kelas yang sama.
Bagi Shaleha kemenangan ini tak bisa dilepaskan dari kerja keras pelatih dan dukungan sesama rekan-rekannya setim. Pasalnya lawan yang dihadapi di partai puncak ini sangat berat. Selain itu, ia juga dituntut untuk beradaptasi dengan cuara di sana yang panasnya dinilai melebihi cuaca di Jateng.
“Kayak cuaca di sini panas banget, dan kalau latihan terasa banget. Tapi itu sudah bisa saya atasi selama latihan 3-4 hari,” kata Shaleha saat dihubungi Langit7.Id, Selasa (5/10).
Baca juga: PON XX Papua, Sri Eviyanti Sumbang Emas untuk Sulsel Cabor Muaythai Putri
Sebelum terjun di PON Papua, ia bersama dengan atlet taekwondo lainnya sudah mendapatkan kuota setelah bisa melewati babak Pra PON dengan sistem zonasi dari zona A, B, C, dan D.
Menurut Shaleha, peta kekuatan taekwondo di PON Papua 2021 ini sangat berbeda dari PON sebelumnya. Karena kekuatan tidak hanya didominasi oleh provinsi di Jawa, tapi provinsi lainnya di luar Jawa juga bisa menunjukkan performa terbaiknya.
Shaleha di partai final mampu mengalahkan Silviana, kontingen dari Provinsi Gorontalo, dengan skor telak 18-43 di Politeknik Penerbangan Jayapura, pada Senin (4/10) pukul 16.30 waktu setempat. Ini merupakan prestasi terbaiknya selama di PON, karena pada PON Jawa Barat pada 2016 lalu hanya mampu membawa pulang medali perak, pada kelas yang sama.
Bagi Shaleha kemenangan ini tak bisa dilepaskan dari kerja keras pelatih dan dukungan sesama rekan-rekannya setim. Pasalnya lawan yang dihadapi di partai puncak ini sangat berat. Selain itu, ia juga dituntut untuk beradaptasi dengan cuara di sana yang panasnya dinilai melebihi cuaca di Jateng.
“Kayak cuaca di sini panas banget, dan kalau latihan terasa banget. Tapi itu sudah bisa saya atasi selama latihan 3-4 hari,” kata Shaleha saat dihubungi Langit7.Id, Selasa (5/10).
Baca juga: PON XX Papua, Sri Eviyanti Sumbang Emas untuk Sulsel Cabor Muaythai Putri
Sebelum terjun di PON Papua, ia bersama dengan atlet taekwondo lainnya sudah mendapatkan kuota setelah bisa melewati babak Pra PON dengan sistem zonasi dari zona A, B, C, dan D.
Menurut Shaleha, peta kekuatan taekwondo di PON Papua 2021 ini sangat berbeda dari PON sebelumnya. Karena kekuatan tidak hanya didominasi oleh provinsi di Jawa, tapi provinsi lainnya di luar Jawa juga bisa menunjukkan performa terbaiknya.