Kolom Ekonomi Syariah: Dunia Islam- Muhammadiyah Pendidikan dan Teknologi
Prof dr bambang setiaji
Rabu, 03 September 2025 - 06:01 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Dunia Islam- Muhammadiyah Pendidikan dan Teknologi
LANGIT7.ID-Perkembangan dunia Islam dalam bidang teknologi sangat tertinggal. Umumnya perkembangan melompat dari sektor ekstraktif yang berbasis pengambilan bahan alam, tidak melewati sektor manufaktur yang berbasis pendidikan dan riset, kemudian mengembangkan sektor jasa jasa dari keuangan, perbankan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, akomodasi, transportasi.
Karena sektor manufakturing yang berbasis teknologi, riset, dan pendidikan tinggi - dilewati - maka pembicaraan teknologi di Universitas Universitas kita serasa tidak relevan, out of context. Itulah sebabnya maka pendidikan tinggi kita juga bias ke Ilmu sosial dan humaniora. Perbandingan mahasiswa bidang sain dan teknologi ke bidang sosial humaniora masih berkisar 25 - 75.
Langkah pemerintah sudah benar dengan memperbanyak fakultas dan program studi sain dan teknologi dan membatasi ilmu sosial humaniora. Akan tetapi langkah ini harus dibarengi dengan pengembangan industri di sektor riel dengan menggalakkan industri industri tinggi. Katakanlah mobil listrik nasional yang pasarnya mulai nampak.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Wakaf, Pesantren, Dan Swastanisasi Penjara
Muhammadiyah dan Kemajoean
Muhammadiyah adalah salah satu gerakan swasta dunia Islam yang disebut paling kaya dan berkemajoean. Semangat kemajuan ini luar biasa dan tiada habisnya. Dengan sistem wakaf untuk seluruh profitnya maka kemajuan Muhammadiyah secara teori memang tiada akhir.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan diharapkan menyumbang kepada kemajuan bangsa yang lebih riel sebagaimana tema gerakannya Islam berkemajuan. Dari sisi ekonomi masyarakat yang maju berbeda dengan masyarakat yang kaya. Kaya belum tentu maju, tetapi maju tentu kaya. Kita membedakan negara maju dan negara kaya. Kita lebih memperhitungkan negara maju walaupun tidak terlalu kaya.
Karena sektor manufakturing yang berbasis teknologi, riset, dan pendidikan tinggi - dilewati - maka pembicaraan teknologi di Universitas Universitas kita serasa tidak relevan, out of context. Itulah sebabnya maka pendidikan tinggi kita juga bias ke Ilmu sosial dan humaniora. Perbandingan mahasiswa bidang sain dan teknologi ke bidang sosial humaniora masih berkisar 25 - 75.
Langkah pemerintah sudah benar dengan memperbanyak fakultas dan program studi sain dan teknologi dan membatasi ilmu sosial humaniora. Akan tetapi langkah ini harus dibarengi dengan pengembangan industri di sektor riel dengan menggalakkan industri industri tinggi. Katakanlah mobil listrik nasional yang pasarnya mulai nampak.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Wakaf, Pesantren, Dan Swastanisasi Penjara
Muhammadiyah dan Kemajoean
Muhammadiyah adalah salah satu gerakan swasta dunia Islam yang disebut paling kaya dan berkemajoean. Semangat kemajuan ini luar biasa dan tiada habisnya. Dengan sistem wakaf untuk seluruh profitnya maka kemajuan Muhammadiyah secara teori memang tiada akhir.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan diharapkan menyumbang kepada kemajuan bangsa yang lebih riel sebagaimana tema gerakannya Islam berkemajuan. Dari sisi ekonomi masyarakat yang maju berbeda dengan masyarakat yang kaya. Kaya belum tentu maju, tetapi maju tentu kaya. Kita membedakan negara maju dan negara kaya. Kita lebih memperhitungkan negara maju walaupun tidak terlalu kaya.