Pentingnya Merubah Mindset dalam Menjalankan Bisnis
Mahmuda attar hussein
Selasa, 05 Oktober 2021 - 18:15 WIB
Ilustrasi pola pikir dalam berbisnis. Foto: Pixabay
Menjadi enterpreuneur kian diminati generasi muda. Pasalnya, dengan perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat, diyakini dapat mempermudah untuk menggali ilmu, menjalankan, dan mengembangkan bisnis dengan mudah.
Namun, masih banyak orang yang keliru bahkan gagal seketika membuka bisnisnya. Hal itu dikarenakan ketika menjalankan bisnis tidak dibarengi dengan mindset atau pola pikir seorang pengusaha.
Da’i dan pengusaha muslim, sekaligus, penggagas rumah zakat, Ustadz Abu Syauqi mengatakan, 95 persen dalam bisnis ditentukan pola pikir, sementara sisa lima persennya kemampuan teknis.
“Jadi ketika mau bisnis, jangan asal melakukan bisnis terlebih dahulu tanpa merubah mindset,” katanya secara daring di Kajian Majelis Tadabbur Interaktif, Selasa (5/10).
Baca juga: Era Transformasi Digital, Saatnya Ummat Islam Fokus Berbisnis
Seharusnya, lanjut dia, untuk memulai sebuah bisnis, seorang pengusaha perlu memperbaiki mindsetnya. Sehingga ketika mindset sudah terbangun, maka menjalankan bisnis pun bisa dilakukan sambil santai.
“Namun, jika mindset kita adalah karyawan, kerja keras seperti apa pun juga akan sulit,” katanya.
Namun, masih banyak orang yang keliru bahkan gagal seketika membuka bisnisnya. Hal itu dikarenakan ketika menjalankan bisnis tidak dibarengi dengan mindset atau pola pikir seorang pengusaha.
Da’i dan pengusaha muslim, sekaligus, penggagas rumah zakat, Ustadz Abu Syauqi mengatakan, 95 persen dalam bisnis ditentukan pola pikir, sementara sisa lima persennya kemampuan teknis.
“Jadi ketika mau bisnis, jangan asal melakukan bisnis terlebih dahulu tanpa merubah mindset,” katanya secara daring di Kajian Majelis Tadabbur Interaktif, Selasa (5/10).
Baca juga: Era Transformasi Digital, Saatnya Ummat Islam Fokus Berbisnis
Seharusnya, lanjut dia, untuk memulai sebuah bisnis, seorang pengusaha perlu memperbaiki mindsetnya. Sehingga ketika mindset sudah terbangun, maka menjalankan bisnis pun bisa dilakukan sambil santai.
“Namun, jika mindset kita adalah karyawan, kerja keras seperti apa pun juga akan sulit,” katanya.