Langit7, Jakarta - Menjadi enterpreuneur kian diminati generasi muda. Pasalnya, dengan perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat, diyakini dapat mempermudah untuk menggali ilmu, menjalankan, dan mengembangkan bisnis dengan mudah.
Namun, masih banyak orang yang keliru bahkan gagal seketika membuka bisnisnya. Hal itu dikarenakan ketika menjalankan bisnis tidak dibarengi dengan mindset atau pola pikir seorang pengusaha.
Da’i dan pengusaha muslim, sekaligus, penggagas rumah zakat, Ustadz Abu Syauqi mengatakan, 95 persen dalam bisnis ditentukan pola pikir, sementara sisa lima persennya kemampuan teknis.
“Jadi ketika mau bisnis, jangan asal melakukan bisnis terlebih dahulu tanpa merubah mindset,” katanya secara daring di Kajian Majelis Tadabbur Interaktif, Selasa (5/10).
Baca juga: Era Transformasi Digital, Saatnya Ummat Islam Fokus BerbisnisSeharusnya, lanjut dia, untuk memulai sebuah bisnis, seorang pengusaha perlu memperbaiki mindsetnya. Sehingga ketika mindset sudah terbangun, maka menjalankan bisnis pun bisa dilakukan sambil santai.
“Namun, jika mindset kita adalah karyawan, kerja keras seperti apa pun juga akan sulit,” katanya.
Bahkan, ada perbedaan dalam dagang dan bisnis.Berdagang biasanya rentan terhadap kegagalan, tapi bisnis semakin waktu akan semakin berkembang, bahkan merambah ke sektor bisnis lainnya.
Selain itu, ia menambahkan, semakin besar usaha dagang, pelakunya akan semakin tidak memiliki waktu karena kesibukan untuk mengelolanya. Namun, berbeda dengan bisnis yang semakin besar maka pelakunya makin banyak waktu luang.
“Karena pada hakikatnya dalam bisnis yang semakin besar, seluruh pekerjaannya akan dikerjakan oleh orang lain atau jajaran karyawan,” ujarnya.
Baca juga: Risiko Pinjaman Online, Mulai dari Riba sampai Terjerat UtangMenurutnya, kesalahan yang dilakukan pengusaha untuk mulai berbisnis, yakni dengan mengatakan perlunya sejumlah uang sebagai modal awal. Padahal, uang berada di nomor ke-10 dan seterusnya.
“Dari mindset ini, kita tidak perlu tahu bagaimana caranya mengelola peternakan, tapi yang harus ditanamkan dalam diri adalah kita harus memiliki peternakan. Tidak perlu kita tahu caranya menjalankan bisnis, tapi kita tahu akan memiliki sebuah bisnis,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, mindset pebisnis dapat diperoleh dari berbagai sumber. Di antaranya buku yang dibaca, video yang ditonton, dan teman yang dimiliki.
“Jadi pengusaha itu tidak pernah menonton drama korea, tapi mempelajari kegagalan orang lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.
(zul)