Kemendikdasmen Tekankan Penguatan Literasi untuk Cetak SDM Unggul di Industri Pangan
Lusi mahgriefie
Kamis, 11 September 2025 - 11:07 WIB
Pentingnya keselarasan materi literasi dan kemampuan berliterasi di sekolah. Sumber: kemendikdasmen
Literasi merupakan pintu pertama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Tanpa kemampuan membaca, memahami, mengolah, dan menggunakan pengetahuan, bangsa ini akan sulit melangkah jauh.
Demikian ditegaskan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, di Blitar, Jawa Timur, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/9/2025).
Lebih lanjut, Hafidz menegaskan bahwa tujuan pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
"Untuk itu, Badan Bahasa terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan literasi yang tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi menjadi landasan bagi setiap proses pembelajaran, keterampilan kerja, hingga meningkatkan daya saing bangsa," tuturnya.
Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyebut kunjungan ke PT Jatinom Indah Group membuka wawasan penting tentang pentingnya keselarasan materi literasi dan kemampuan berliterasi di sekolah.
"Hal ini menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal ketersediaan buku atau panduan, melainkan juga soal budaya membaca kritis, komitmen menyelesaikan bacaan, serta kemampuan mentransformasikan isi panduan ke dalam praktik nyata pembelajaran," ujarnya.
Ganjar menjelaskan, pembelajaran tidak boleh hanya menekankan teori, melainkan harus memadukan bacaan, praktik, dan keterampilan manajerial. Menurutnya, literasi bukan sekadar membaca teks, tetapi juga memahami alur produksi, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga pemahaman rantai pasok. Tanpa literasi yang kuat, pembelajaran mendalam seperti itu tidak akan tercapai.
Demikian ditegaskan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, di Blitar, Jawa Timur, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/9/2025).
Lebih lanjut, Hafidz menegaskan bahwa tujuan pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
"Untuk itu, Badan Bahasa terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan literasi yang tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi menjadi landasan bagi setiap proses pembelajaran, keterampilan kerja, hingga meningkatkan daya saing bangsa," tuturnya.
Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyebut kunjungan ke PT Jatinom Indah Group membuka wawasan penting tentang pentingnya keselarasan materi literasi dan kemampuan berliterasi di sekolah.
"Hal ini menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal ketersediaan buku atau panduan, melainkan juga soal budaya membaca kritis, komitmen menyelesaikan bacaan, serta kemampuan mentransformasikan isi panduan ke dalam praktik nyata pembelajaran," ujarnya.
Ganjar menjelaskan, pembelajaran tidak boleh hanya menekankan teori, melainkan harus memadukan bacaan, praktik, dan keterampilan manajerial. Menurutnya, literasi bukan sekadar membaca teks, tetapi juga memahami alur produksi, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga pemahaman rantai pasok. Tanpa literasi yang kuat, pembelajaran mendalam seperti itu tidak akan tercapai.